• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Layang-Layang Jadi Ancaman Jalur Whoosh, KCIC Tingkatkan Pengawasan Menjelang Libur Sekolah

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juni 3, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
Ribuan Tiket Promo Whoosh Hero’s Deal Ludes dalam Dua Hari, Masyarakat Antusias Rayakan Hari Pahlawan

Foto: Dok. KCIC

225
SHARES
2.6k
VIEWS

JAKARTA – Operasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh menghadapi potensi gangguan serius akibat aktivitas bermain layang-layang dan masuknya benda asing ke jalur lintasan kereta. Kondisi ini diperkirakan meningkat menjelang musim libur sekolah dan memasuki musim kemarau.

Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengatakan aktivitas bermain layang-layang di sekitar trase kereta cepat dapat mengancam keselamatan perjalanan Whoosh. Oleh karena itu, KCIC terus meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur operasional.

“Menyambut libur sekolah dan kemarau, kami melihat adanya potensi bahaya dan gangguan pada perjalanan Whoosh akibat layang-layang,” ujar Emir Monti kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut Emir, gangguan akibat layang-layang paling sering ditemukan di lintasan Padalarang hingga Tegalluar. Kawasan tersebut merupakan salah satu koridor utama operasional Kereta Cepat Whoosh yang memiliki tingkat perjalanan cukup tinggi setiap harinya.

BACA JUGA :  Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur BI, Pemerintah Siapkan Mekanisme Penggantian Sesuai UU

Dalam sejumlah kejadian, perjalanan kereta bahkan harus dihentikan sementara untuk memastikan keamanan perjalanan dan keselamatan seluruh penumpang.

Emir menjelaskan, mayoritas gangguan terjadi pada sore hari saat aktivitas bermain layang-layang meningkat. Meski dimainkan cukup jauh dari jalur kereta, benang layang-layang yang putus dapat terbawa angin dan masuk ke area lintasan.

“Banyak kasusnya terjadi pada sore hari. Meskipun mereka bermain sekitar dua kilometer dari jalur kereta cepat, ketika layangannya putus dan benangnya menjuntai, maka bisa terbawa angin hingga masuk ke jalur Whoosh,” jelasnya.

Selain layang-layang, KCIC juga mencatat sejumlah gangguan lain yang berpotensi menghambat operasional kereta cepat. Salah satunya berasal dari satwa liar seperti biawak yang melintasi area trase kereta.

BACA JUGA :  Garuda Memanggil, PSSI Keluarkan Daftar Pemain Timnas Lawan Burundi

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan tersebut, KCIC secara rutin melakukan inspeksi dan pengecekan jalur. Langkah ini dilakukan guna memastikan lintasan tetap aman dan bebas dari hambatan yang dapat memengaruhi perjalanan kereta.

Emir menegaskan bahwa KCIC tidak melarang masyarakat bermain layang-layang. Namun, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami risiko yang dapat ditimbulkan terhadap keselamatan perjalanan kereta cepat.

“Untuk layang-layang, kami memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan berarti melarang, tetapi menjelaskan dampaknya. Petugas juga rutin melakukan pengecekan jalur karena ada potensi gangguan lain seperti biawak di sepanjang jalur Padalarang hingga Purwakarta,” pungkasnya.

KCIC mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat dan bersama-sama menjaga keselamatan operasional Whoosh demi kenyamanan serta keamanan seluruh pengguna layanan.

BACA JUGA :  Anies Sambangi DPD PDIP Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi: Kebenaran Pasti Menang!
Tags: gangguan layang-layang Whooshjalur kereta cepatKCICkereta cepat IndonesiaKereta Cepat Jakarta - Bandungkeselamatan Whooshlibur sekolah 2026Whoosh
Previous Post

Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan

Next Post

Trauma Healing: Cara Memulihkan Luka Batin dan Kembali Menjalani Hidup dengan Tenang

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Trauma Usai Kecelakaan Kereta, Psikolog Ungkap Cara Pulih Bertahap

Trauma Healing: Cara Memulihkan Luka Batin dan Kembali Menjalani Hidup dengan Tenang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com