JAKARTA – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disandera pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu, 24 Mei sekitar pukul 15.30 WIB.
Mereka sebelumnya tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla bersama Global Peace Convoy Indonesia. Rombongan diketahui berangkat dari Istanbul pada Sabtu malam, 23 Mei, kemudian transit di Dubai sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Kesembilan WNI tersebut terdiri dari jurnalis dan pegiat kemanusiaan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, kemudian Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, serta Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa. Selain itu ada pula Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari GPCI.
Duta Besar RI untuk Turki, Rizal Achmad Purnomo menyampaikan seluruh WNI telah menyelesaikan berbagai prosedur sebelum dipulangkan ke Indonesia.
“Mereka telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan, visum, hingga pengambilan testimoni sebelum dipulangkan,” ujar Rizal.
Sebelumnya, sejumlah WNI dilaporkan mengalami tindakan kekerasan selama berada dalam tahanan pasukan Israel. Beberapa korban disebut mengalami pemukulan hingga penyetruman.
Menanggapi hal tersebut, DPR RI meminta pemerintah menyiapkan pendampingan psikologis serta layanan pemulihan mental dan emosional bagi para korban setibanya di Tanah Air.
Kepulangan sembilan WNI tersebut sekaligus menjadi akhir dari pengalaman traumatis yang mereka alami saat menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina di tengah konflik Gaza yang masih berlangsung.







