TANGERANG SELATAN – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, hingga stres menjadi faktor yang meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Di tengah berbagai upaya menjaga kesehatan jantung, ada satu minuman sederhana yang disebut para ahli gizi memiliki manfaat besar, yakni Teh Hijau.
Menurut sejumlah penelitian, teh hijau dinilai sebagai salah satu jenis teh terbaik untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Kandungan antioksidan tinggi di dalamnya diyakini mampu membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, hingga mengurangi peradangan dalam tubuh.
Ahli gizi terdaftar, Talia Follador, mengatakan manfaat utama teh hijau berasal dari kandungan antioksidan bernama EGCG atau epigallocatechin gallate, salah satu jenis katekin yang berperan penting menjaga fungsi pembuluh darah.
“EGCG membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dengan mendukung relaksasi arteri dan mengurangi peradangan. Ini dapat membantu sirkulasi darah menjadi lebih baik dan menurunkan tekanan darah, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan risiko penyakit jantung bila dikonsumsi rutin sebagai bagian dari pola makan seimbang,” ujar Talia Follador, dikutip dari Eating Well.
Penelitian terhadap hampir 800 ribu orang menunjukkan individu yang rutin mengonsumsi sekitar tiga cangkir teh hijau per hari memiliki risiko penyakit jantung sekitar 15 persen lebih rendah dibanding mereka yang tidak meminumnya.
Selain membantu kesehatan pembuluh darah, teh hijau juga dinilai berpotensi memperbaiki profil lemak dalam tubuh. Sejumlah studi menemukan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL atau kolesterol jahat, sekaligus sedikit meningkatkan HDL atau kolesterol baik.
Ahli gizi Karen Grecea menjelaskan katekin dalam teh hijau berperan menghambat pembentukan lemak dalam tubuh.
“Katekin teh hijau menghambat enzim penting yang terlibat dalam sintesis lipid dan membantu mengurangi penyerapan lemak di usus,” kata Karen Grecea.
Ia juga menambahkan sifat antioksidan teh hijau membantu melawan stres oksidatif yang dapat merusak pembuluh darah.
“Katekin teh hijau memiliki efek antioksidan kuat yang membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi reaksi oksidasi berbahaya dalam tubuh,” tambahnya.
Meski manfaatnya cukup menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa teh hijau bukan solusi tunggal untuk mencegah penyakit jantung. Konsumsinya tetap perlu disertai pola makan sehat, olahraga rutin, tidur cukup, serta menghindari rokok.
“Konsistensi lebih penting daripada kesempurnaan,” ujar Talia Follador.
“Penelitian menunjukkan manfaat terbaik kemungkinan diperoleh dari konsumsi sekitar dua hingga empat cangkir teh hijau per hari,” lanjutnya.
Cara Minum Teh Hijau agar Manfaatnya Maksimal
Beberapa tips yang disarankan ahli agar manfaat teh hijau lebih optimal antara lain:
- Menambahkan perasan lemon atau jeruk untuk membantu penyerapan antioksidan.
- Membatasi tambahan gula agar manfaat kesehatan jantung tetap maksimal.
- Menyeduh teh pada suhu sekitar 80–85°C selama 3–5 menit guna menjaga keseimbangan rasa dan kandungan antioksidan.
Secangkir teh hijau mungkin terlihat sederhana. Namun menurut para ahli dan hasil penelitian, kebiasaan kecil ini bisa menjadi salah satu langkah mudah untuk membantu menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.







