JAKARTA– Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan sunnah untuk meraih pahala tambahan. Salah satu amalan yang dianjurkan ialah melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Pada tahun ini, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan dimulai pada Senin, 18 Mei 2026. Puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah memiliki berbagai keutamaan, terutama pada Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang dilaksanakan menjelang Iduladha.
Tiga Keutamaan Puasa Dzulhijjah
1. Pahala ibadah dilipatgandakan
Melansir NU Online, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk waktu yang sangat utama untuk memperbanyak ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa dan satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR Tirmidzi)
2. Menghapus dosa selama dua tahun
Keutamaan besar juga terdapat pada Puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
3. Momen pembebasan dari api neraka
Hari Arafah juga menjadi waktu yang istimewa karena Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa neraka. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah.” (HR Muslim)
Sementara itu, Puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah memiliki makna spiritual sebagai persiapan diri menjelang Hari Arafah. Meski hukumnya sunnah, amalan ini dianjurkan untuk dikerjakan demi meraih keberkahan pada bulan mulia tersebut.
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah
1. Niat Puasa 1–7 Dzulhijjah (dibaca malam hari)
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Niat Jika Lupa Dibaca pada Malam Hari
Puasa 1–7 Dzulhijjah
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.”
Puasa Tarwiyah
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala.”
Puasa Arafah
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala.”
Puasa Dzulhijjah menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain menahan lapar dan dahaga, ibadah ini juga menjadi sarana memperbaiki diri serta meraih keberkahan menjelang Hari Raya Iduladha.







