• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Tak Sekadar Turunkan Gula Darah, Terungkap Obat Diabetes bisa Pengaruhi Sistem Otak

Irina Jusuf by Irina Jusuf
April 2, 2026
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Tak Sekadar Turunkan Gula Darah, Terungkap Obat Diabetes bisa Pengaruhi Sistem Otak
277
SHARES
2.2k
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Selama lebih dari enam dekade, Metformin dikenal sebagai obat andalan dalam mengatasi Diabetes Tipe 2. Obat ini selama ini dipercaya bekerja dengan menurunkan produksi glukosa di hati serta meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, di balik penggunaannya yang luas, mekanisme kerjanya ternyata belum sepenuhnya dipahami.

Penelitian terbaru dari Baylor College of Medicine pada 2025 mengungkap temuan mengejutkan. Metformin ternyata tidak hanya bekerja di hati atau usus, tetapi juga langsung memengaruhi otak sebagai pusat pengaturan metabolisme tubuh.

Salah satu peneliti, Makoto Fukuda, menjelaskan bahwa selama ini fokus penelitian memang tertuju pada organ pencernaan. “Selama ini diterima secara luas bahwa metformin menurunkan kadar glukosa darah terutama dengan mengurangi produksi glukosa di hati. Studi lain juga menemukan bahwa obat ini bekerja melalui usus,” ujarnya.

BACA JUGA :  Inilah Gejala Pradiabetes yang Perlu Diwaspadai Sebelum Menjadi Diabetes

Namun kini, perhatian ilmuwan mulai bergeser. “Kami meneliti otak karena diketahui sebagai pengatur utama metabolisme glukosa seluruh tubuh,” lanjutnya.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa metformin bekerja pada bagian otak bernama hipotalamus ventromedial (VMH), khususnya melalui protein Rap1 yang berperan dalam pengaturan glukosa. Pada uji coba hewan, metformin mampu menonaktifkan protein tersebut, yang terbukti penting dalam mengontrol kondisi mirip diabetes.

Lebih jauh, para ilmuwan juga menemukan keterlibatan neuron tertentu, yakni neuron SF1. Fukuda menjelaskan, “Kami menemukan neuron SF1 diaktifkan ketika metformin masuk ke otak, menunjukkan bahwa neuron ini terlibat langsung dalam cara kerja obat.”

Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi diabetes yang lebih spesifik dan efektif. Dengan menargetkan bagian otak tertentu, pengobatan di masa depan diharapkan bisa memberikan hasil lebih optimal dengan efek samping yang lebih minim.

BACA JUGA :  FIFGROUP Peduli Berbagi Takjil, Tebarkan Kebaikan dalam di Bulan Suci Ramadan

Menariknya, manfaat metformin tidak berhenti pada pengendalian gula darah. Obat ini juga mulai dikaitkan dengan proses penuaan. Sejumlah studi menunjukkan metformin dapat membantu mengurangi kerusakan DNA, meningkatkan aktivitas gen yang berkaitan dengan umur panjang, hingga melindungi fungsi otak.

Dalam studi lain pada 2025 yang melibatkan lebih dari 400 wanita pascamenopause, hasilnya cukup mencolok. “Kelompok yang menggunakan metformin memiliki risiko 30 persen lebih rendah untuk meninggal sebelum usia 90 tahun dibandingkan kelompok sulfonilurea,” ungkap peneliti.

Meski demikian, penggunaan Metformin tetap memiliki efek samping, terutama gangguan pencernaan seperti mual dan diare yang cukup umum dialami pengguna. Risiko juga perlu diperhatikan pada individu dengan gangguan fungsi ginjal.

BACA JUGA :  Resmi Tersangka, Ini Peran Hasto dalam Kasus Suap Harun Masiku

Secara keseluruhan, metformin masih dianggap sebagai terapi yang aman dan efektif. Namun dengan temuan terbaru ini, para ilmuwan kini melihatnya dari sudut pandang baru—bukan sekadar obat diabetes, melainkan agen yang juga bekerja pada sistem pusat di otak.

Jika penelitian lanjutan pada manusia mampu mengonfirmasi temuan ini, bukan tidak mungkin metformin akan memiliki peran lebih luas di masa depan, mulai dari terapi metabolik hingga perlindungan terhadap penuaan otak.

Tags: Diabetes MelitusObat Diabetes
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Hujan Sedang Guyur Seluruh Wilayah

Next Post

Breaking News: Gempa M 7,3 di Gorontalo, Warga Lari Keluar Rumah Hindari Bangunan

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Diguncang Gempa 5,4 SR, Warga Aceh Berhamburan Keluar Rumah

Breaking News: Gempa M 7,3 di Gorontalo, Warga Lari Keluar Rumah Hindari Bangunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com