• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Maret 27, 2026
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik

Foto: Istimewa

301
SHARES
3k
VIEWS

Oleh: Yakub F. Ismail

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto semenjak masa kampanye kini menjadi salah satu program andalan yang mengundang banyak sorotan.

Sejak program ini digulirkan, banyak narasi bermunculan, ada yang mendukung ide tersebut, namun tidak sedikit menolaknya.

Sementara, sebagian masih ingin melihat sejauh mana program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan generasi masa depan bangsa.

Program ini digagas bukan tanpa alasan. Ia semula dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas gizi anak bangsa yang selama ini menjadi masalah utama.

Selain itu, program ini juga diyakini menjadi simbol komitmen negara dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Namun, dalam praktiknya, MBG tidak lepas dari kritikan tajam. Besarnya anggaran yang dikucurkan memicu perdebatan mengenai prioritas fiskal di tengah kebutuhan pembangunan lain yang tak kalah mendesak.

Di lapangan, sederet masalah muncul seiring perealisasiannya, mulai dari kasus keracunan siswa hingga temuan ketidaklayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Situasi ini menempatkan MBG berada dalam pusaran nalar dan kritik, yakni antara harapan besar dan tantangan pelaksanaannya.

Publik akhirnya dihadapkan pada pertanyaan mendasar, apakah program ini layak untuk dilanjutkan demi menanda tonggak kemajuan bangsa? Atau, justru meninggalkan persoalan baru yang tak kalah serius dalam tata kelola kebijakan nasional.

Proyek Mercusuar Prabowo

Program MBG bisa dikatakan salah satu proyek mercusuar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Periksa dan Audit Forensic IT KPU !

Dikatakan demikian karena proyek ini menelan anggaran yang tidak kecil. Sejak awal program ini dirancang bukan sekadar kebijakan sosial biasa, tetapi sebagai wujud investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam konteks pembangunan nasional, proyek ini diletakkan sebagai fondasi strategis untuk memastikan bahwa generasi muda Indonesia tumbuh dengan kondisi fisik yang prima dan kognitif yang optimal.

Secara nalar, MBG merupakan program yang bertolak dari realitas bahwa persoalan gizi masih menjadi problem serius di Indonesia.

Program ini lahir dari refleksi atas persoalan stunting, malnutrisi, dan ketimpangan akses terhadap makanan bergizi yang dialami anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berdasarkan data empiris, persoalan tersebut masih ditemukan di berbagai daerah. Karena itu, Tanpa intervensi yang tepat dan sistematis, kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan kualitas generasi masa depan.

Oleh karena itu, kehadiran program ini harus dilihat sebagai jalan keluar yang terukur dan dapat diterima secara logika.

Keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang menyasar kepada kelompok paling strategis, yaitu anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.

Berdasrkan ilmu kesehatan, pada fase ini, asupan gizi memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak.

Karena itu, melalui pemenuhan makanan bergizi secara rutin, negara sebenarnya tidak hanya berupaya meningkatkan kesehatan, melainkan juga mendukung penguatan kualitas pendidikan secara simultan.

BACA JUGA :  Mual dan Muntah Usai Santap MBG, 18 Siswa dan Guru MTs di Malang Dilarikan ke IGD

Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah bahwa urgensi MBG berkaitan erat dengan perwujudan visi besar Indonesia Emas 2045.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia wajib mempersiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.

Demikian, MBG dipandang sebagai instrumen penting dalam mendukung visi besar tersebut. Dalam kerangka ini, besarnya alokasi anggaran dapat dipahami dan dimaklumi sebagai bentuk keberanian dan komitmen negara untuk melakukan investasi sumber daya manusia jangka panjang.

Namun, mewujudkan semua itu bukan tanpa tantangan. Di tengah ekspektasi publik yang tinggi serta tuntutan akan implementasi yang sempurna, realisasi MBG bukan hanya berada dalam situasi penuh dinamika, tapi juga menghadapi ujian berat mengenai sejauh mana program ini dapat dipertanggungjawabkan di lapangan.

Permasalahan yang Muncul

Di tengah hasrat besar untuk menjadikan MBG sebagai ujung tombak kebijakan nasional, berbagai persoalan terus bermunculan dalam tahap implementasi.

Salah satu yang paling mengkhawatirkan dan seringkali mendapat sorotan tajam dari masyarakat adalah maraknya kasus keracunan siswa di beberapa daerah.

Insiden ini tidak hanya memicu kekhawatiran lebih luas mengenai kemanfaatan dari program tersebut. Akan tetapi, ia juga berpotensi mengguncang kepercayaan publik terhadap kesiapan pelaksanaan program secara menyeluruh.

Selain itu, sorotan juga tertuju pada kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belakangan dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan.

Berbagai temuan dari tim peninjau lapangan, menunjukkan adanya persoalan seputar kapasitas gedung, masalah sanitasi, pengelolaan bahan makanan, hingga kualitas distribusi.

BACA JUGA :  The Tax Effect terhadap Inflasi dan Perputaran Buruk Ekonomi Indonesia

Hal itu menunjukkan bahwa masih terdapat celah serius dalam aspek teknis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Idealnya, program berskala besar seperti MBG, setiap detail implementasi seharusnya menjadi tolok ukur yang menjadi penentu keberhasilan.

Hal yang tidak kalah ramai dari kritikan publik juga tertuju pada sisi fiskal. Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program ini menimbulkan kekhawatiran mengenai beban keuangan negara.

Hal itu mendorong masyarakat menuntut agar pengelolaan anggaran dari proyek MBG ini dilakukan secara efisien dan transparan.

Munculnya penolakan sejumlah pihak terhadap program ini juga menjadi sinyal bahwa MBG, baik pada tataran konsep maupun praktik masih menyisakan banyak persoalan yang perlu dibenahi.

Menghadapi situasi semacam ini, hal yang dibutuhkan bukan sekadar pembelaan terhadap program, tetapi juga kesediaan untuk melakukan perbaikan yang konkret dan berkelanjutan.

Kaitannya dengan itu, salah satu langkah penting yang perlu diambil adalah melibatkan pendamping independen dalam proses pengawasan.

Insan pers, adalah kelompok profesional yang barangkali bisa dipertimbangkan sebagai pendamping program tersebut.

Keterlibatan pelaku media diyakini menjadi elemen krusial dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas baik dari sisi implementasi program maupun dari segi pengeolaan anggaran.

Dengan fungsi kontrol sosial yang dimilikinya, pers diharapkan dapat membantu mengawal implementasi MBG agar tepat sasaran dan tepat guna.

Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR

Tags: Makan Bergizi GratisMBGopini
Previous Post

Mudahkan Akses Uang Tunai, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay Melalui Lebih dari 19 Ribu Jaringan ATM dan CRM

Next Post

Kerja Sama UI dan Shenzhen Chaoshan, Perkuat Inovasi Pendidikan dan Industri

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Kerja Sama UI dan Shenzhen Chaoshan, Perkuat Inovasi Pendidikan dan Industri

Kerja Sama UI dan Shenzhen Chaoshan, Perkuat Inovasi Pendidikan dan Industri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com