TANGERANG SELATAN – Perubahan rutinitas selama masa liburan sering kali membuat pola tidur seseorang ikut bergeser. Kebiasaan tidur lebih malam atau bangun lebih siang dapat mengganggu ritme alami tubuh yang biasanya teratur.
Akibat perubahan tersebut, tidak sedikit orang yang merasa tubuh lebih cepat lelah setelah liburan usai. Selain itu, sebagian orang juga mengalami kesulitan berkonsentrasi dan merasa kurang fokus saat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Dokter spesialis neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Astri Budikayanti, menjelaskan bahwa perubahan pola aktivitas selama liburan kerap membuat jadwal tidur menjadi tidak konsisten.
Menurutnya, pada hari-hari biasa seseorang umumnya memiliki rutinitas yang jelas, misalnya bekerja dari pagi hingga sore. Namun saat liburan, aktivitas sosial sering meningkat sehingga banyak orang begadang, menonton, atau melakukan kegiatan lain hingga larut malam.
Hal tersebut membuat jam tidur berubah dan tubuh memerlukan waktu untuk kembali menyesuaikan ritme alaminya.
Astri menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki ritme biologis yang berperan mengatur siklus tidur dan bangun melalui produksi hormon tertentu. Jika seseorang memiliki jadwal tidur yang teratur setiap hari, tubuh akan menyesuaikan produksi hormon tersebut secara otomatis sehingga pola tidur tetap stabil.
Sebaliknya, perubahan jadwal tidur selama beberapa hari dapat membuat ritme biologis menjadi tidak seimbang. Tubuh biasanya masih mampu beradaptasi jika perubahan hanya terjadi satu atau dua hari. Namun jika berlangsung lebih lama, gangguan pola tidur dapat mulai muncul.
Gangguan ritme tidur ini dapat menimbulkan berbagai dampak jangka pendek, seperti rasa lelah yang berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, hingga munculnya kondisi yang dikenal sebagai Brain Fog, yaitu keadaan ketika seseorang merasa sulit berpikir dengan jernih.
Selain memengaruhi konsentrasi, kurang tidur juga dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, daya tahan tubuh bisa menurun sehingga seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit.
Astri menambahkan bahwa tidur merupakan kebutuhan biologis yang sangat penting. Bahkan, sekitar sepertiga waktu hidup manusia dihabiskan untuk tidur.
Karena itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten menjadi langkah penting untuk mempertahankan kesehatan fisik maupun mental. Tidur tidak hanya sekadar beristirahat, tetapi juga proses biologis yang membantu memulihkan fungsi tubuh dan otak.







