JAKARTA– Pemerintah memastikan rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tetap memberikan layanan medis, khususnya untuk kasus darurat selama periode libur panjang Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden agar layanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan mendesak.
“Selama liburan panjang ini sesuai arahan dari Bapak Presiden, layanan akan tetap beroperasi untuk tindakan-tindakan emergency. Jadi contohnya orang kena stroke, masuk ke IGD, IGD-nya harus beroperasi,” kata Budi, dikutip dari Beritasatu.com, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, pada periode 20–23 Maret 2026 jadwal pelayanan di rumah sakit akan disesuaikan dengan memprioritaskan penanganan kedaruratan. Sementara tindakan elektif atau layanan rutin akan dijadwalkan ulang ke hari lain.
Namun demikian, beberapa layanan yang membutuhkan terapi berkelanjutan tetap diberikan. Salah satunya terapi penyinaran bagi pasien kanker.
“Karena seminggu 25 kali, nah kita atur. Empat harinya kan libur, jadi kita geser ke depan dan kita geser ke belakang. Yang penting jadwal yang 25 kali penyinaran itu tetap harus dilakukan,” ujarnya.
Dalam peninjauan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di RS Kanker Dharmais, Menkes menyebutkan sekitar 40 rumah sakit vertikal disiagakan untuk tetap memberikan layanan kesehatan selama masa libur panjang.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan layanan esensial yang harus tetap berjalan agar masyarakat tidak khawatir saat membutuhkan pelayanan medis.
“Seperti kita ketahui, hari ini kita sudah mulai work from anywhere, tetapi tentunya kita harus memastikan layanan-layanan kesehatan tetap berjalan,” kata Rini.
Ia menambahkan RS Kanker Dharmais memiliki jumlah pasien yang cukup besar dan telah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan layanan, salah satunya melalui sistem antrean online. Ia berharap inovasi tersebut dapat diterapkan juga di rumah sakit lainnya.
Rini juga mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan dan RS Kanker Dharmais yang tetap memberikan layanan kepada masyarakat selama masa libur panjang.
“Masyarakat juga bisa menyampaikan survei kepuasan layanan rumah sakit melalui lapor.go.id atau SKM. Kita sudah menyediakan barcode-nya,” ujarnya.







