TANGERANG SELATAN – Bagi banyak orang Indonesia, makan terasa kurang lengkap tanpa hidangan pedas. Bahkan saat berbuka puasa, sambal sering menjadi pelengkap yang membuat makanan terasa lebih nikmat.
Namun setelah berpuasa sekitar 12–14 jam, lambung berada dalam kondisi kosong dan lebih sensitif terhadap makanan yang masuk. Karena itu, beberapa jenis makanan sebaiknya tidak langsung dikonsumsi dalam jumlah banyak, termasuk makanan pedas.
Cabai mengandung senyawa capsaicin yang memberikan rasa pedas. Jika dikonsumsi berlebihan saat perut kosong, zat ini dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan. Berikut beberapa dampak yang perlu diwaspadai.
1. Memicu Asam Lambung
Setelah seharian tidak makan dan minum, kadar asam di lambung cenderung meningkat. Ketika makanan pedas masuk, lambung bisa bereaksi lebih sensitif sehingga menimbulkan rasa perih atau panas di perut.
Capsaicin juga dapat merangsang produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu mulas hingga sensasi terbakar di dada, terutama bagi penderita maag atau Gastroesophageal Reflux Disease.
2. Menyebabkan Sakit Perut
Mengonsumsi makanan pedas saat berbuka juga dapat memicu nyeri perut. Rasa sakit biasanya muncul di area antara tulang rusuk hingga panggul dengan sensasi perih atau tidak nyaman.
Hal ini terjadi karena capsaicin dapat mengiritasi dinding lambung dan usus. Pada orang yang memiliki riwayat maag, keluhan ini bahkan bisa berlangsung cukup lama.
3. Memicu Diare
Makan pedas saat perut kosong juga dapat mempercepat pergerakan usus. Akibatnya, proses pencernaan berlangsung lebih cepat dan tubuh tidak sempat menyerap cairan dengan optimal.
Kondisi ini dapat menyebabkan diare yang ditandai dengan buang air besar lebih sering dan tekstur feses yang cair. Meski umumnya tidak berbahaya, diare dapat mengganggu aktivitas, terutama jika terjadi setelah berbuka.
4. Menyebabkan Sakit Kepala
Tidak banyak yang menyadari bahwa makanan pedas juga bisa memicu sakit kepala. Pada sebagian orang, makanan pedas dapat menjadi salah satu pemicu Migraine.
Rasa nyeri biasanya muncul dengan sensasi berdenyut di kepala dan dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.
5. Mengganggu Kualitas Tidur
Mengonsumsi makanan pedas saat berbuka juga dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari. Kandungan capsaicin dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat detak jantung.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit rileks sehingga seseorang bisa mengalami kesulitan tidur atau tidur menjadi kurang nyenyak. Padahal, tidur cukup sangat penting selama Ramadan untuk menjaga stamina.
6. Menyebabkan Dehidrasi
Makanan pedas dapat membuat tubuh berkeringat lebih banyak. Saat berkeringat, tubuh kehilangan cairan yang penting untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Karena selama puasa tubuh sudah mengalami kekurangan cairan, konsumsi makanan pedas berlebihan dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Gejalanya bisa berupa lemas, pusing, hingga mudah lelah.
7. Memicu Gangguan Jantung
Makanan pedas juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular karena capsaicin dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, sebaiknya menghindari konsumsi makanan pedas secara berlebihan saat berbuka puasa agar tidak memicu gangguan kesehatan.







