JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka kesiapan Angkutan Lebaran 2026. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pemanfaatan masjid di jalur mudik sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta dukungan Kemenag agar masjid-masjid di sepanjang jalur mudik dapat difungsikan sebagai titik istirahat yang aman dan nyaman.
“Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujar Dudy dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, masjid yang berada di jalur mudik diharapkan menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, penerangan, hingga ruang istirahat. Selain rumah ibadah, Kemenhub juga menyiapkan terminal dan jembatan timbang sebagai titik istirahat strategis bagi pemudik.
“Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan. Mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam,” tambahnya.
Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan survei tahun sebelumnya yang mencapai 146 juta orang. Namun, realisasi pergerakan pada 2025 bahkan menembus sekitar 154 juta orang.
“Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” jelas Dudy.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia untuk disinggahi pemudik. Program ini direncanakan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.
Ia juga mengimbau pengelola masjid menyediakan takjil bagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa Ramadan, termasuk minuman hangat untuk membantu pengemudi memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa. Untuk mencegah musibah, karena kalau sopirnya mengantuk dan terjadi kecelakaan, dampaknya bisa besar,” ujar Nasaruddin.
Dengan sinergi lintas kementerian ini, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.







