• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Virus Nipah Menyerang Bertahap, Ini Urutan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Februari 3, 2026
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Virus Nipah Menyerang Bertahap, Ini Urutan Gejala yang Perlu Diwaspadai
224
SHARES
2.2k
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Virus Nipah pertama kali dikenali saat terjadi wabah di Malaysia dan Singapura pada akhir 1990-an. Sejak itu, kasus infeksi virus ini terus muncul secara sporadis, terutama di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tingginya angka kematian membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan virus Nipah ke dalam daftar penyakit prioritas yang membutuhkan penelitian dan pengembangan mendesak.

Di Indonesia sendiri, hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah pada manusia. Meski demikian, Kementerian Kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kedekatan geografis dengan negara-negara yang pernah melaporkan kasus. Oleh karena itu, pemahaman mengenai virus Nipah dan gejalanya menjadi langkah penting untuk pencegahan dan deteksi dini.

Virus Nipah merupakan virus RNA untai tunggal yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Nama virus ini diambil dari Sungai Nipah, sebuah desa di Malaysia tempat virus tersebut pertama kali diisolasi. Virus Nipah bersifat zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Reservoir alaminya adalah kelelawar buah dari genus Pteropus, yang dapat membawa virus tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit.

BACA JUGA :  Jadwal Euro 2024 Malam Ini: Ada Bigmatch Spanyol Vs Kroasia

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui berbagai cara. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar, termasuk buah yang sebagian telah dimakan kelelawar, menjadi salah satu jalur penularan.

Selain itu, kontak langsung dengan hewan terinfeksi (terutama babi) juga berisiko tinggi, sehingga peternak, pekerja rumah potong hewan, dan dokter hewan menjadi kelompok yang rentan. Penularan antar manusia pun dapat terjadi melalui kontak dengan percikan pernapasan, darah, urin, atau cairan tubuh penderita.

Bahaya utama virus Nipah terletak pada kemampuannya menyerang berbagai organ tubuh. Infeksi bisa berkembang dari gejala ringan menjadi gangguan pernapasan berat hingga peradangan otak yang fatal. Karena itu, deteksi dini memegang peranan penting dalam menentukan keselamatan pasien.

BACA JUGA :  Wamenkes Tegaskan Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia

Setelah terpapar virus, gejala tidak langsung muncul. Masa inkubasi umumnya berkisar antara empat hingga 14 hari, meskipun dalam beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama. Pada tahap awal, gejala yang muncul sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan gangguan pernapasan. Kondisi ini kerap membuat penderita tidak menyadari bahwa mereka tengah terinfeksi penyakit serius.

Dalam beberapa hari berikutnya, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat. Gangguan pernapasan berat, batuk parah, hingga pneumonia atipikal mulai muncul. Pada fase ini, virus mulai menunjukkan dampaknya secara signifikan terhadap tubuh.

Tahap paling berbahaya adalah ketika infeksi berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan otak. Penderita dapat mengalami mengantuk berlebihan, pusing, kebingungan, hingga penurunan kesadaran. Radang otak akut inilah yang menjadi penyebab utama tingginya angka kematian akibat virus Nipah. Jika tidak tertangani dengan cepat, gejala neurologis dapat berkembang menjadi kejang, disfungsi otak, bahkan koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.

BACA JUGA :  Ada Desakan Proses Ekshumasi Makam Arya Daru, Begini Respon Polda Metro

Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami demam tinggi, sakit kepala berat, atau gangguan pernapasan, terutama setelah kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi. Penanganan sejak dini tidak hanya meningkatkan peluang keselamatan pasien, tetapi juga membantu mencegah penularan yang lebih luas.

Tags: Gejala virus nipahVirus Nipah
Previous Post

Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp183.000 dari Rekor Tertinggi

Next Post

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Aman dan Bukan Pemicu Bencana

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Aman dan Bukan Pemicu Bencana

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Aman dan Bukan Pemicu Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com