CISARUA – Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasir Langu, Cisarua,Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memasuki hari ketiga. Hingga hari ini, tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak dengan menghadapi medan yang sulit dan kondisi tanah yang belum stabil.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara hingga Minggu, 25 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, tim SAR gabungan telah menemukan sembilan korban meninggal dunia.
“Data sementara per Minggu, 25 Januari pukul 12.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan korban meninggal dunia,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, 81 jiwa lainnya masih dalam proses pencarian. Dengan demikian, total korban terdampak dalam peristiwa longsor tersebut mencapai 113 jiwa. BNPB menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
“Sebanyak 23 jiwa dilaporkan selamat dan 81 jiwa masih dalam pencarian, sehingga total korban terdampak berjumlah 113 jiwa,” jelasnya.
Dari sembilan korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi, lima di antaranya telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara empat korban lainnya masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lanjutan.
“Lima korban telah diserahterimakan kepada keluarga, sedangkan empat korban masih berada di posko DVI,” kata Abdul Muhari.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan telah mengerahkan alat berat. Namun, kondisi tanah yang masih labil menjadi kendala utama, sehingga pencarian dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi guna menghindari potensi longsor susulan.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama unsur lintas instansi masih melakukan pendataan lanjutan, pemantauan lokasi terdampak, serta pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor. Pendataan terhadap rumah warga yang terdampak juga terus dilakukan.
Peristiwa tanah longsor di Desa Pasir Langu terjadi setelah wilayah Kabupaten Bandung Barat diguyur hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan serta lereng.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat juga dilaporkan mengalami banjir akibat luapan sungai dan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Kondisi tersebut memperparah kestabilan lereng dan meningkatkan risiko longsor, khususnya di kawasan permukiman yang berada di bawah tebing dan lereng curam.







