• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Jangan Minum Obat Cacing Sembarangan, Kenali Gejala dan Dosis yang Tepat

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Agustus 24, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Jangan Minum Obat Cacing Sembarangan, Kenali Gejala dan Dosis yang Tepat
360
SHARES
3.3k
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Sering dianggap sepele, para ahli medis menyebut konsumsi obat cacing tidak boleh sembarangan tanpa indikasi dan dosis yang tepat.

Penggunaan yang tidak tepat justru bisa menimbulkan efek samping, meskipun ringan, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum meminumnya.

Dilansir dari Halodoc, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Riyadi, SpA, Subs IPT(K), MKes menegaskan bahwa pemberian obat cacing baik untuk anak maupun dewasa sebaiknya dilakukan ketika memang sudah muncul tanda infeksi cacing.

“Jadi kalau memang ada gejala, ada indikasi tentu boleh. Tapi jangan lupa, namanya minum obat itu harus dengan saran dokter. Ini penting ya karena obat cacing itu seperti obat antibiotik. Dia itu antimikroba, antimikroorganisme. Jangan digunakan secara berlebihan,” kata dokter Riyadi.

BACA JUGA :  Gerebek Pabrik Pengoplos Beras di Serang, Polisi: Beroperasi Lebih dari 10 Tahun

Lebih lanjut dokter Riyadi mengingatkan agar masyarakat tidak asal membeli obat cacing di pasaran dan mengonsumsinya secara berlebihan. Menurutnya, meskipun relatif aman, obat ini tetap memiliki potensi efek samping terhadap tubuh.

Gejala umum yang menandakan adanya infeksi cacing antara lain batuk menyerupai infeksi paru-paru, rasa mual, nafsu makan menurun, kesulitan buang air besar, hingga peningkatan kadar eosinofil pada tes darah.

Jenis obat cacing yang lazim digunakan meliputi Albendazol, Mebendazol, dan Pirantel Pamoat. Tiga obat ini dapat dipakai untuk berbagai jenis infeksi, seperti cacing pita, cacing gelang, hingga cacing isap.

Menurut panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Albendazol untuk anak usia 12–24 bulan diberikan dengan dosis tunggal 200 mg, sedangkan untuk anak di atas 2 tahun dan orang dewasa dosisnya 400 mg sekali minum.

BACA JUGA :  Rino Wicaksono: Bahasa Inggris dan Portofolio Dua Kunci Penting Raih Beasiswa Luar Negeri

Jika menggunakan Mebendazol, dosis tunggal 500 mg diberikan untuk anak di atas usia 2 tahun dan orang dewasa. Sementara untuk bayi di bawah 1 tahun, pilihan yang disarankan adalah Pirantel Pamoat dengan dosis 10–11 mg/kg berat badan, maksimal 1 gram.

Agar hasilnya lebih efektif, obat cacing sebaiknya diminum dalam keadaan perut kosong. Selain itu, pada wilayah dengan prevalensi kecacingan tinggi lebih dari 20 persen, dokter Riyadi merekomendasikan pemberian Pencegahan Obat Pencegahan Massal (POPM) minimal sekali hingga dua kali setahun bagi anak usia sekolah maupun prasekolah di atas 1 tahun.

“Kalau daerah dengan prevalensi atau angka kejadian kecacingan di atas 20 persen, minimal anak di usia sekolah dan prasekolah di atas 1 tahun harus mengonsumsi antara satu hingga dua kali Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) kecacingan,” katanya.

BACA JUGA :  20 Tahun Melantai di Bursa Efek Indonesia, Saham BBRI Telah Naik 61,5 Kali

Secara global, kecacingan masih menjadi masalah kesehatan yang besar. Data WHO tahun 2023 mencatat sekitar 1,5 miliar orang di dunia terinfeksi cacing, dengan mayoritas kasus berasal dari kelompok cacing yang siklus hidupnya menular melalui tanah.

Di Indonesia sendiri, kasus memprihatinkan terjadi di Sukabumi pada Juli 2025, ketika seorang anak berusia 4 tahun berinisial RY meninggal dunia. Tim medis menemukan cacing hidup hingga seberat satu kilogram dari tubuhnya, bahkan menyebar ke otak.

Tags: obat cacingrisiko minum obat cacing
Previous Post

Pecah, Pesepeda Antusias Ikut Gowes Merdeka 2025

Next Post

Hasil Giornata 1 Serie A: Bekap Milan, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Tampil Gacor

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
emil audero

Hasil Giornata 1 Serie A: Bekap Milan, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Tampil Gacor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com