TANGERANG SELATAN – Kabar Mpok Alpa yang meninggal dunia pada Jumat, 15 Agustus 2025 mengejutkan semua kalangan terutama dunia hiburan Tanah Air. Nina Carolina atau yang akrab disapa Mpok Alpa, merupakan sosok yang ceria dan kerap mengundang tawa itu, ternyata selama ini tengah berjuang melawan kanker payudara, penyakit yang baru diketahui publik setelah ia tiada.
Tika, asisten pribadi Mpok Alpa mengungkapkan sang artis telah divonis menderita kanker payudara sejak usia kehamilannya berjalan empat bulan saat mengandung anak kembar.
Namun, kondisi ini dirahasiakan oleh Mpok Alpa dan orang-orang terdekat atas permintaannya sendiri. Sahabat dekatnya, Dewi Perssik, baru mengetahui kanker diderita Mpok Alpa pada stadium 4, kondisi yang umumnya sulit disembuhkan.
“Waktu itu beliau curhat sama saya. Beliau sakit katanya kanker payudara, sudah stadium 4 saat itu,” kata Dewi Perssik di studio Pagi Pagi Ambyar, dikutip dari kanal YouTube Trans TV Official pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Belajar dari kisah Mpok Alpa, penting bagi kita semua untuk mengetahui bahaya kanker payudara yang sering kali terlambat terdeteksi. Mengenali gejala, penyebab dan faktor risikonya dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Dilansir dari laman Mayo Clinic, kanker payudara adalah pertumbuhan sel abnormal yang bermula dari jaringan payudara. Setelah kanker kulit, kanker ini menjadi jenis kanker paling umum pada perempuan. Namun bukan berarti pria tidak bisa mengidapnya, karena semua manusia memiliki jaringan payudara.
Kanker payudara bisa berkembang dengan cepat dan menyebar ke organ lain jika tidak ditangani sejak dini. Kemajuan dunia medis membuat tingkat kelangsungan hidup penderita kanker payudara terus membaik. Ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat yang meningkat terhadap pemeriksaan dini.
Metode skrining seperti mammografi memungkinkan deteksi kanker sejak stadium awal, di mana pengobatan masih sangat efektif. Bahkan jika tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, penderita tetap memiliki peluang hidup lebih lama dan kualitas hidup lebih baik melalui pengobatan tepat.
Ketahui ciri-ciri gejalanya:
– Benjolan atau penebalan di area payudara.
– Perubahan bentuk atau ukuran payudara.
– Puting masuk ke dalam, berubah bentuk, atau mengeluarkan cairan.
– Kulit payudara tampak berkerut seperti kulit jeruk.
– Warna kulit berubah menjadi kemerahan, keunguan, atau lebih gelap.
– Kulit mengelupas, bersisik, atau terasa gatal secara terus-menerus.
Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui sepenuhnya. Namun, secara umum, kanker terjadi karena mutasi pada DNA sel yang membuatnya terus tumbuh dan membelah tanpa kendali. Sel-sel ini kemudian membentuk tumor ganas yang bisa merusak jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis).
Jenis kanker payudara yang paling umum:
– Karsinoma duktal invasif berasal dari saluran susu.
– Karsinoma lobular invasif berasal dari kelenjar penghasil susu.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara antara lain:
– Riwayat keluarga: terutama jika ada anggota keluarga yang terkena di usia muda.
– Mutasi genetik: seperti BRCA1 dan BRCA2.
– Usia: risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
– Jenis kelamin: perempuan lebih berisiko
– Gaya hidup: konsumsi alkohol, obesitas, dan kurang olahraga.
– Riwayat medis: menstruasi dini, menopause terlambat, terapi hormon, belum pernah hamil, atau melahirkan di usia lebih dari 30 tahun.
– Paparan radiasi: terutama di usia anak-anak atau remaja.
Dengan memahami faktor-faktor ini, akan membantu seseorang untuk lebih waspada untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.







