• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Krisis Bius

admin by admin
April 14, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
RSUD TC Hillers

RSUD TC Hillers. Foto: Disway

78
SHARES
2.5k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

YANG harus dibius di rumah sakit ini 300 sampai 350 orang. Tiap bulan. Belum termasuk di dua rumah sakit swasta sekotanya.

Tapi sudah lebih dua bulan terakhir, tukang biusnya, dokter ahli anestesi, berhenti. Tidak ada lagi ahli anestesi di daerah itu. Sampai ada pasien yang meninggal dunia.

Dulunya ada dua dokter anestesi di situ: di RSUD TC Hillers. Di kota Maumere, Kabupaten Sikka, Flores. Dua-duanya sudah berhenti.

Yang satu, kontraknya habis tanggal 31 Desember. Berarti tinggal satu orang. Wanita. Bujangan. Namanyi: Yosefina Hermiyanti.

Dokter Yosefina kewalahan. Dua orang saja sangat berat. Apalagi sendirian. Dia sudah enam tahun di RSUD Hillers. Sejak 2018. Insentifnyi tidak pernah naik.

Dokter Yosefina memang punya kewajiban mengabdi di daerah. Lima tahun. Sudah selesai. Dia tabah-tabahkan satu tahun lagi. Akhirnya tidak kuat. Dia berhenti. Dia alumnus Universitas Udayana. Spesialis anestesinyi di Unair Surabaya.

Dokter satunya, laki-laki. Namanya: dr Remidazon Rudolfus Riba, ST, Sp.An. Dipanggil dokter Remi. Ia lahir di Desa Uwa, sebuah pulau kecil di seberang Maumere: Pulau Palue.

BACA JUGA :  Gilang Juragan 99 Resmi Mundur dari Presiden Arema FC, Begini Tanggapan Aremania

Dokter Remi alumni Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang lulus spesialis anestesi di Universitas Udayana, Bali.

Kontrak kerjanya di RS Hillers berlaku satu tahun. Remi sudah memperpanjang dua kali. Tiga tahun. Ia tidak mau lagi kontrak untuk tahun keempat. Terlalu berat. Usulannya untuk menambah dokter anestesi selalu diterima tapi tidak pernah ada dokter yang datang.

Kewajiban Remi mengabdi di NTT masih harus dua tahun lagi. Ia pilih akan tetap mengabdi di NTT tapi di kabupaten lain. Sementara ini ia ”menganggur”. Tanpa penghasilan. Ia merawat mertua yang sakit –sebagai pengganti istrinya yang dinas di Kalteng. Sang putri mertua, istri Remi, juga dokter spesialis. Tugasnyi di Palangkaraya.

Dua-duanya putra daerah asli Sikka. Kalau Remi lahir di pulau Yosefina lahir daratan Flores –sekitar 15 km sebelah timur Maumere.

Tentu Anda sudah bisa menebak: mengapa tidak ada dokter ahli anestesi yang mau ditempatkan di RSUD Hillers. Insentifnya kecil. Bebannya besar. Ukuran besar-kecil ini bandingannya adalah Ende atau Ruteng. Itu kabupaten tetangga. Nilai insentif itu hanya setengahnya. Di Ende bisa Rp 45 juta/bulan. Di Maumere Rp 20 juta.

BACA JUGA :  Disway: Labuhan Jambu

Direktur RSUD Hillers, seorang wanita. dr Clara. Dokter umum. S-2 nyi di bidang kesehatan masyarakat. Clara orang baik. Dia setuju dengan usulan penambahan dokter anestesi. Agar biar pun insentif tidak naik tapi beban bisa berkurang.

Tapi Pemkab Sikka tidak bisa memenuhi permintaan itu. Alasannya: tidak ada anggaran. Pemkab tidak punya cukup uang untuk itu. Sudah bertahun-tahun alasannya sama.

Bupati baru Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, kena getahnya. Begitu terpilih ia kalang kabut. Ia sudah langsung setuju penambahan ahli anestesi. Tidak bisa segera dapat.

RS Hillers adalah RS rujukan. Dokter di RS kabupaten lain bisa mengirim pasien ke Hillers. Misalkan jumlah yang harus dibius banyak. Kirim saja ke Hillers. Dokter di Hillers tidak bisa mengurangi beban dengan cara merujuk pasien ke RS lain. RS rujukan di atas Hillers adalah Kupang, di pulau Timor. Tidak mungkin.

Berarti bupati Sikka memang berat. Ia harus menyadari RS Hillers lebih berat dari RS kabupaten lain.

Nama Hillers diambil dari nama dokter misionaris asal Suriname yang pernah mengabdi di Sikka.

Jelaslah bahwa jumlah dokter ahli kian kurang. Kian tahun kekurangan itu kian terasa –kalau tidak ada pemikiran baru di bidang pendidikan spesialis.

BACA JUGA :  DISWAY: Kripik Wiwik

Belakangan ini dua nama dokter di Sikka itu jadi bulan-bulanan media. Ada yang menulis: dua dokter itu mogok akibat insentif yang kurang. Kesannya: melanggar sumpah dokter.

Padahal mereka memang sudah berhenti. Yang satu kontrak sudah habis. Satunya lagi sudah berhenti tanpa ada prosedur yang dilanggar.

Bahkan gubernur baru NTT, asal Flores, mengancam: akan mencabut izin dokter tersebut.

Sebelum ada ancaman gubernur pun, dr Clara sudah mengadukan mereka ke Kemenkes. Mereka disidangkan. Keputusannya: mereka tidak bersalah.

Jadi, siapa yang salah?

Pasti bukan wanita yang meninggal dunia dalam keadaan hamil itu. Juga bukan ratusan pasien yang kini antre menunggu datangnya dokter anestesi.

Rupanya, untuk sementara, perlu relawan anestesi di sana. Kalau relawan boleh hanya bertugas dua minggu di sana rasanya akan ada peminat. Bergantian. Tinggal sediakan tiket pesawat dan penginapan.

Tentu repot. Kenapa tidak memperbaiki insentif saja. Agar dokter Maumere tidak tergoda pindah ke Ende.

Di Flores pun persaingan rebutan dokter juga sudah terjadi. Pertanda baik? (*)

Tags: diswaydr Remidazon Rudolfus RibamaumereNTTobat biusRSUD TC HillerssikkaYosefina Hermiyanti.
Previous Post

Hasil MotoGP Qatar: Marquez Perkasa!

Next Post

Hasil F1 GP Bahrain: Oscar Piastri Raih Victory Kedua

Related Posts

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.5k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
oascar piastri

Hasil F1 GP Bahrain: Oscar Piastri Raih Victory Kedua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com