• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Lomba Heboh

admin by admin
Januari 29, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
disway lomba heboh

Dahlan Iskan ketika menggelar Senam Dahlan Iskan bersama Perusuh Disway di Bandung. Foto: Disway

87
SHARES
3.9k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

SAYA pernah berlomba tidak resmi dengan seorang teman dari Tiongkok: ia yang lebih sering ke Indonesia atau saya yang lebih sering ke Tiongkok.

Begitu banyaknya urusan saya di Tiongkok –waktu itu. Terutama terkait dengan kanker liver saya. Bisnis saya. Juga terkait dengan perlunya mencari bahan tulisan.

Sebaliknya teman saya itu: ia punya banyak pekerjaan di Indonesia. Di Banten. Di Riau. Di Palembang dan banyak lagi.

Awalnya saya yang menang. Lebih 12 kali setahun pergi ke Tiongkok. Setelah saya menjabat sesuatu giliran saya yang kalah: tidak berani sering-sering ke luar negeri –biar pun pakai uang sendiri.

Skor 1-1.

Belakangan saya lebih jarang ke Tiongkok. Ia juga lebih jarang ke Indonesia. Saya kembali lebih banyak keliling Indonesia. Termasuk di hari libur ini: Jakarta-Surabaya-Bali-Yogyakarta-Purwokerto-Kroya-Bandung-Jakarta. Dalam empat hari yang padat.

Kali ini saya memutuskan untuk bertahun baru Imlek di Jakarta. Tadi malam. Saya “solider” dengan seorang wanita muda asal Tiongkok yang lagi sendirian di Jakarta.

Baru pertama kali ini dia menjalani malam tahun baru di perantauan. Sendirian. Teman-temannyi semua mudik untuk berlebaran di kampung halaman. Dia tidak boleh pulang ke Tiongkok. Dia ditugaskan “menjaga kantor” di Jakarta.

Bagi orang Tionghoa di malam tahun baru Imlek (tadi malam) harus berkumpul di rumah orang tua. Sungkem. Makan-makan bersama.

Maka di setiap hari menjelang Imlek, transportasi di Tiongkok sangat “kacau”. Tahun ini sekitar 400 juta orang yang harus mudik. Dari kota-kota besar ke desa-desa.

BACA JUGA :  DISWAY: Kereta Luxury

Sebagai anak desa, saya teringat ketika kali pertama bermalam Idul Fitri di perantauan. Menangis. Ingat kampung halaman. Ingat keluarga. Sewaktu mendengar suara takbiran dari masjid rasanya seperti sembilu yang mengiris-iris kalbu.

Pun wanita muda itu. Kali pertama dia sendirian Imlek di perantauan. Maka ketika di Kroya, saya kirim Wechat kepadanyi: agar ke Bandung. Berkumpul dengan saya, istri, dan beberapa teman Senam Dahlan Iskan dari Surabaya seperti Nicky, Desy, Pipit, Yuli, dan Ati.

Kebetulan seorang perusuh Disway Bandung punya acara: Yana Priatna atau Kang Yana. Ia punya perusahaan real estate yang tergolong sukses. Bahkan lagi berkembang ke Bandung Barat –ke sebuah bukit yang ia sebut sebagai “bukit 380”.

Berada di proyek perumahannya ini kami –lebih 1.000 orang pesenam– serasa di puncak menara: ke arah mana pun memandang terlihat lembah nan indah.

Rupanya Kang Yana juga mengundang para perusuh. Kami saling sapa. Perusuhwati dari Jakarta, Jenny Widjaja, langsung mengundang: agar kami merayakan malam tahun baru Imlek di restonyi. Di Kelapa Gading. Di resto Sagolisious.

Si Gadis Tiongkok pun ikut ke Bandung. Kali pertama. Naik kereta cepat Whoosh. Juga kali pertama. Sayangnya Whoosh itu telat satu jam. Dia masih beruntung. Teman saya yang lain telat tiga jam.

Penyebabnya Anda sudah tahu: ada benda asing teronggok di tengah rel. Yakni di KM 53, kawasan Karawang. Setelah didekati benda teronggok itu ternyata orang gila.

BACA JUGA :  Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400 per Liter

Rel kereta cepat sebenarnya sudah dipagari. Sepanjang Jakarta-Bandung. Juga dipasangi banyak kamera: hampir 400 kamera. Setiap saat sudah ada petugas patroli. Satu petugas mondar-mandir untuk jarak 500 meter.

Ternyata “benda” itu masuk ke rel lewat saluran air. Ini kejadian pertama –belum pernah terjadi di negara asal kereta cepat itu.

Seorang teman menceritakan betapa kacau stasiun kereta cepat Halim saat itu. Ia berempat dengan istri dan dua anak. Baru kali pertama naik Whoosh.

Penumpang menumpuk. Krisis. Inilah pengalaman pertama manajemen Whoosh menghadapi situasi krisis. Tidak terlalu siap. Layar informasi yang mestinya bisa untuk mengarahkan penumpang tidak menjadi bagian mengatasi krisis.

Kata teman itu, layar informasi isinya tetap saja lebih banyak iklan. Iklan. Iklan. Penumpang menunggu informasi baru yang tertayang di situ. Yang banyak muncul tetap saja iklan.

Teman saya itu pun ikut turun tangan. Ia bicara di depan sekitar 100 penumpang yang lagi marah. Berhasil. Musibah bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kemarahan penumpang pun reda.

Kian sore krisis bisa diatasi. Keesokan harinya, kami naik Whoosh ke Jakarta dengan lancarnya.

Tentu kami tidak memperlombakan perjalanan di dalam negeri dengan teman Tiongkok itu. Mungkin saya lebih banyak keliling Indonesia daripada ia keliling Tiongkok.

Lomba perjalanan seperti itu ternyata juga dilakukan banyak orang. Salah satunya orang  Makassar. Bukan antar dua orang melainkan tiga orang. Yakni tiga serangkai Jusuf Kalla, Aksa Mahmud, dan Alwi Hamu.

BACA JUGA :  BRI Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jamaah Haji 2024

Trio karib itu (lihat Disway 20 Januari 2025: Tiga Serangkai) lebih kongkret lagi: mereka wajib menyimpan dan mengumpulkan boarding pass. Siapa yang punya boarding pass lebih banyak ia yang menang. Datanya lebih valid. Tiga-tiganya seperti kipas angin: keliling Indonesia tidak henti-hentinya. Juga ke luar negeri.

Adanya lomba boarding pass itu baru saya ketahui dari tulisan Daeng Saleh Mude. Yakni tulisan untuk mengenang sahabat kami, Alwi Hamu, yang meninggal di usia 80 tahun, Sabtu lalu.

Daeng Mude kini tinggal di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Ia mengambil S-2/S-3 di Hartford University. Agak telat. Itu karena ia lama menjadi staf khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla. Saat itu Alwi Hamu adalah koordinator staf khusus wakil presiden.

Lomba apa pun menarik untuk diikuti. Yang tidak menarik adalah lomba satu ini: lomba heboh di medsos.

Heboh korupsi Rp 270 triliun, langsung kalah oleh heboh ditemukannya uang Rp 1 triliun di rumah seorang pejabat tinggi. Itu pun reda ketika muncul heboh uang Rp 21 miliar di bagasi mobil istri hakim. Hebohnya sebentar. Kalah heboh dengan pagar laut.

Lomba heboh di medsos itu memang juga saling mengalahkan. Tapi juga saling menenggelamkan.(*)

———-

Tulisan ini sudah tayang di Disway.id

Tags: dahlan iskandisway
Previous Post

Polri Minta Masyarakat di Papua Waspada Propaganda KKB Soal Tuduhan Genosida

Next Post

Subuh, Bogor Diguncang Gempa Magnitudo 3,2

Related Posts

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.5k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
Next Post
gempa

Subuh, Bogor Diguncang Gempa Magnitudo 3,2

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com