• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Tingtal Sebahu

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Februari 23, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
dahlan iskan

Foto: Disway

89
SHARES
2.6k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

 

KELUAR dari bandara Makelle, saya tolah-toleh: yang mana yang menjemput saya. Semuanya hitam. Semuanya keriting. Semuanya seperti belum mandi selama tiga hari.

Saya juga hitam. Juga belum mandi. Hanya saja tidak keriting. Justru sudah mulai botak.

Tempat kedatangan di bandara internasional ini tidak punya teras. Apalagi anjungan.

Begitu keluar dari pengambilan bagasi langsung hamparan aspal. Saya tidak punya bagasi. Dari atas aspal itulah mata saya jelalatan.

Foto: Disway

Matahari pagi menyala terang. Udara sangat sejuk: 20 derajat. Tapi kering. Bikin kulit meriang. Bersisik. Lupa pula bawa VCO. Bibir ikut kering. Terancam pecah-pecah. Saya bukan tipe pria salon: tidak pernah membawa lotion pelembab kulit.

bandara mekelle
Foto: Disway

Seorang lelaki muda mendekat. Usia sekitar 35 tahun. Rambutnya tingtal –keriting total. Dibiarkan memanjang hampir sebahu. Pakai kaus warna gelap. Kekar. Ada tatto besar di lengannya. Giginya putih. Gigi yang kuat. Matanya cendekia. Dahinya agak lebar.

Ia membawa kertas yang seperti baru disobek dari buku tulis. Ada garis-garis tipis. Ada tulisan samar yang dibuat dengan ballpoint sekali gores: Dahlan.

“Iya. Saya.”

“Come with me”.

BACA JUGA :  DISWAY: Krisis Bius

Saya naik ke mobilnya. Mobil Toyota Land Cruiser model lama. Mobil tua. Banyak tembelan silotip hitam di sana-sini. Saya duduk di depan, di sebelah kanannya yang lagi memegang kemudi.

“Kita langsung ke Nagesh?” tannyanya.

“Betul sekali. Langsung”.

Bandara Makelle ini di pinggir kota Makelle, ibukota region Tigray. Ketika mobil mulai bergerak saya bisa melihat sebagian kota Makelle. Tentu jarang terlihat ada pohon. Kering. Debu tipis menyapu udara yang harusnya cerah.

Makelle kota miskin. Tapi terasa mulai berusaha bangkit. Banyak bangunan tinggi –sekitar 10 lantai. Beberapa bangunan baru berkaca dan berklading modern. Tapi bangunan lamanya masih lebih dominan.

Nantilah. Kembalinya dari Nagesh bisa melihat Makelle lebih dalam. Sekarang ke arah utara dulu. Lancar. Sudah tidak ada kesan ketegangan politik atau militer.

Saya beruntung. Sopir travel saya ini banyak tahu pergolakan di Tigray. Bahkan ia pernah ditahan. Satu tahun. Istrinya pun ikut ditahan. Bersama dua anak kecilnya: umur 4 tahun dan bayi enam bulan.

Dari Makelle mobil langsung mendaki gunung. Gunung kering. Tidak bisa cepat. Banyak truk gandeng termehek-mehek di depan.

Ada truk gandeng berarti ada kegiatan ekonomi. Saya pun tahu: mengapa perjalanan ini harus dua jam. Bukan karena jauh. Jarak Makelle-Nagesh hanya 60 km.

BACA JUGA :  DISWAY: Juara Inul

Sesekali si sopir menggerakkan jari tangan ke tiga arah di dada dan dahi. Itu dilakukan setiap kali ia melihat ada salib di atas gereja. Ia penganut Kristen Ortodok. Itulah agama 99 persen suku Tigray yang sekitar 7 juta orang. Tigray dikenal sebagai penganut Ortodok terbesar di dunia.

Ia tahu Nagesh. Sudah beberapa kali mengantar tamu dari berbagai negara ke situ. Ia juga tahu Islam. Kebiasaan orang Islam. Tahu beberapa kata bahasa Arab. Bisa mengucapkan Assalamualaikum. Ia tahu di masa lalu pernah ada orang Islam mengungsi dari Mekah ke Nagesh.

Di pertengahan jalan kami melewati satu kota. Menakjubkan. Di kanan kiri jalan penuh bangunan baru. Beton. Mangkrak. Dua lantai. Atau tiga. Empat. Lima. Struktur betonnya sudah jadi tapi baru setengah jadi.

Dari strukturnya terlihat itu adalah calon bangunan rumah. Perumahan. Masif. Ribuan rumah. Membentuk satu kota tersendiri. Kota beton yang mangkrak.

Setidaknya sudah tiga tahun mangkrak seperti itu. Setidaknya sudah terlihat bahwa ada “revolusi” perumahan rakyat. Revolusi perumahan itu sudah mulai dilaksanakan. Pun di pedalaman. Pertanda Ethiopia bangkit tidak hanya di Addis Ababa.

BACA JUGA :  DISWAY: Datuk ITB

Semua itu agar rakyat tidak lagi tinggal di rumah-rumah petak terbuat dari tanah. Bahwa program itu mangkrak Anda pun sudah bisa menduga: akibat perang.

Perang terakhir di Tigray terjadi belum lama. Baru tiga tahun lalu. Bermula dari pemilu regional tahun 2020. Terjadi konflik. Tentara perjuangan kemerdekaan Tigray menyerang pos-pos militer negara federal. Meletuslah perang. Lebih 600.000 orang tewas. Perang besar. Suku Tigray gagal lagi untuk merdeka dari Ethiopia.

Uniknya, kali ini, Ethiopia dibantu musuh masa lalunya: Eritrea. Maka dari arah selatan Tigray diserang oleh tentara federal. Dari utara diserang oleh tentara Eritrea.

Itu yang tidak disangka oleh para pemimpin militer Tigray: diserang oleh tentara satu suku sendiri dari utara. Tigray terkepung. Mereka punya istilah sendiri: perang 360 derajat. Diserang dari segala arah.

Banyak bangunan baru mangkrak.

“Nagesh masih jauh?”

“Di balik gunung itu,” ujarnya.

Perut mulai lapar. Belum sarapan. Tapi tujuan ke balik gunung itu harus dicapai dulu. (*)

 

 

Tulisan ini sudah tayang di Disway.id

Tags: dahlan iskandiswayethiopiamekelle
Previous Post

Kapolsek Ciputat Timur Kenalkan Profesi Polisi kepada Siswa SMP Pembangunan Jaya

Next Post

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Hujan Ringan di Tujuh Wilayah

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
hujan di pamulang

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Hujan Ringan di Tujuh Wilayah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com