TANGSELXPRESS – Pertandingan antara Vietnam dan Indonesia di Piala AFF 2024 pada Minggu (15/12/2024) malam akan menjadi ujian berat bagi skuad Garuda.
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, menyebut kelelahan fisik pemain Indonesia sebagai salah satu kelemahan yang akan dimanfaatkan timnya. Hal ini bisa menjadi faktor krusial mengingat jeda waktu singkat antara laga melawan Laos (12/12/2024) dan perjalanan ke Vietnam.
“Indonesia sedang mengalami masalah fisik, jadi kami akan memanfaatkan kelemahan itu, menekannya dan menang,” ungkapnya jelang laga, dikutip dari The Thao, Sabtu (14/12/2024).
“Setelah menonton dua pertandingan Indonesia, saya melihat skuad mereka penuh dengan pemain muda dan sepertinya banyak masalah. Saya menganalisis pemain Vietnam dan membawa ide ke dalam sesi latihan. Seluruh anggota tim kami akan tetap mengikuti rencana yang sudah ditetapkan sejak awal,” lanjutnya.
Kartu merah yang diterima Marselino Ferdinan saat melawan Laos menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Tanpa gelandang kreatif ini, Shin Tae-yong perlu mencari alternatif strategi untuk mempertahankan stabilitas lini tengah.
Dengan mayoritas pemain muda, Timnas Indonesia dinilai belum tampil konsisten di fase grup. Meski berhasil mengalahkan Myanmar (1-0) dan bermain imbang melawan Laos (3-3), performa ini masih dianggap belum cukup solid menghadapi tim kuat seperti Vietnam.
Indonesia terakhir kali bertemu Vietnam di Piala AFF Januari 2023 dan kalah 0-2. The Golden Star diprediksi akan tampil menekan, mengingat mereka bermain di kandang sendiri dan memiliki sejarah dominasi atas Indonesia di turnamen ini.
Kim Sang-sik menunjukkan persiapan matang dengan menganalisis kelemahan Indonesia di dua laga sebelumnya. Pendekatan ini menandakan Vietnam tidak akan memberi ruang kepada pemain-pemain kunci Indonesia untuk berkembang.
Pelatih Shin Tae-yong harus memanfaatkan pemain lain untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Marselino. Dengan tekanan tinggi dari Vietnam, organisasi pertahanan yang disiplin akan menjadi sangat penting. Memanfaatkan kecepatan pemain muda seperti Arkhan Kaka bisa menjadi senjata melawan agresivitas tuan rumah.
Pertandingan ini tidak hanya menentukan kelolosan Indonesia ke fase berikutnya, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi skuad muda Garuda di bawah arahan Shin Tae-yong. Demikian dikutip dari beritasatu.com.







