Oleh: JOKO INTARTO
Sekali-sekali, menikmati fasilitas tes kesehatan jantung, di RS Harapan Kita, Jakarta. Gratis pula. Kok bisa?
Jarum jam baru menunjukkan pukul 08:30. Suasana lobi hotel Shangri-La, Jakarta, mulai ramai. Satu-dua panitia ISICAM 2024 berdatangan. Tapi acaranya sendiri baru akan dimulai sejam lagi.
Setelah memastikan semua peralatan multimedia milik Jagaters Studio yang disewa panitia berfungsi dengan baik, saya pun menyempatkan diri untuk mengunjungi sejumlah stand pameran. Dari beberapa stand yang ada, stand RS Harapan Kita, yang menurut saya paling menarik.
Mengapa? Karena stand itu membuka layanan tes kesehatan jantung secara cuma-cuma. Hari gini, siapa yang tidak seneng dengan pemberian gratis? Apalagi kali ini menyangkut masalah kesehatan jantung.
Dua petugas RS pusat jantung nasional itu dengan sigap memandu saya untuk mendaftarkan diri dengan mengisi formulir, kemudian membuka akun Instagram RS tersebut dan memberikan ulasan atas layanan tes kesehatan yang saya ikuti.
Metode tesnya sendiri sangat sederhana. Menurut petugas, metode itu digunakan untuk mendeteksi secara dini seberapa besar peluang seseorang terkena gangguan kesehatan jantung.
Awalnya saya diminta menjalani tes tekanan darah. Hasilnya 130/85. “Tensinya bagus,” kata petugas.
Setelah itu, saya harus pindah ke konter lain yang dijaga petugas berbeda. Seorang perawat kemudian mengelap pergelangan tangan dan bagian tulang kering kaki saya dengan cairan (entah apa). Kemudian empat kabel dengan penjepit seperti jumper aki mobil dipasang di tangan dan kaki saya.
Melalui layar komputer, saya bisa melihat bahwa selama 70 detik pengamatan, grafiknya tampak stabil. Petugas itu kemudian mengeluarkan formulir untuk mengisi data diri dan data kesehatan yang diperoleh dari alat itu, sembari melakukan wawancara.
+Punya diabetes?
-Ya.
+Rutin minum obat?
-Tidak minum obat lagi sudah 9 bulan.
+Rutin periksa kadar gula darah?
-Ya, seminggu dua kali.
+Sering amat periksanya, apa punya alat tes sendiri?
-Ya, saya punya alatnya.
+Bagaimana cara menjaga kadar gula darah?
-Saya olah raga setiap hari, jalan cepat minimal 1 jam atau 5.000 langkah atau 5 Km. Kalau tidak mencapai salah satunya, saya tidak boleh sarapan.
+Siapa yang melarang?
-Saya swndiri.
+Setiap hari olahraga?
-Setiap hari.
Wawancara selesai. Hasil tes pun sudah tersaji di layar komputer. Dari uji cepat tadi, saya mendapat skor 15. Saya lupa apa satuan skormya.
Yang saya ingat, skor tertinggi adalah 14 yang berarti kondisi kesehatan jantung saya sangat baik. Kemudian skor berikutnya 15-18 yang berarti saya harus mempertahankan kondisi jantung dengan treatmen olahraga yang teratur dan menjaga menu makan dengan baik. “Kalau skornya 19-20, Anda harus segera menjalani tes lanjutan di laboratorium,” jelas petugas tersebut.
Sebagai apresiasi, petugas RS Harapan Kita memberi saya hadiah kecil berupa bola karet bergerigi. Bola itu berguna sebagai alat olahraga dengan cara digenggam berulang-ulang saat berolahraga lari atau jalan sehat. Dengan teknik tersebut, ujung syaraf yang ada di telapak tangan akan terstimulasi.
Alhamdulillah. Kebiasaan baru saya berolahraga ternyata sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh saya yang mulai menua.
Kamu kapan mau olahraga bro?(*)







