TANGSELXPRESS – Pada Minggu, 15 September 2024, mantan Presiden Amerika Serikat dan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengalami upaya pembunuhan saat sedang bermain golf. Beruntung, Trump selamat dari insiden tersebut karena agen Secret Service berhasil menggagalkan tindakan tersebut sebelum pelaku dapat melaksanakan aksinya.
Pelaku yang diketahui bernama Ryan Wesley Routh memiliki latar belakang kriminal terkait senjata pemusnah massal. Pada tahun 2002, Routh, yang saat itu berusia 36 tahun, dihukum karena kepemilikan senapan mesin dan ditemukan bersembunyi di sebuah perusahaan atap di Greensboro, North Carolina.
Selain itu, Routh juga pernah diwawancarai oleh The New York Times pada 2023, di mana ia mengungkapkan bahwa ia telah terlibat dalam konflik Ukraina dengan merekrut tentara Afganistan yang melarikan diri dari Taliban.
Dalam wawancara yang diterbitkan oleh Newsweek Rumania pada Juni 2022, Routh menyatakan bahwa konflik Ukraina adalah “kebaikan versus kejahatan,” menunjukkan dukungannya yang kuat terhadap Ukraina dalam konflik melawan Rusia.
Dikutip dari Reuters, profil media sosial Routh yang sebelumnya ditemukan di X, Facebook, dan LinkedIn menunjukkan dukungannya terhadap Ukraina, termasuk permintaan harga untuk membeli roket yang ditujukan untuk menyerang bunker Putin.
Ketika insiden penembakan terjadi di lapangan golf Trump di Palm Beach, Florida, agen FBI di lokasi melihat senjata di semak-semak dekat batas properti. Beberapa agen rahasia segera menanggapi dengan menembakkan empat tembakan ke arah pelaku. Pelaku meninggalkan senapan AK-47, dua ransel, dan kamera GoPro sebelum melarikan diri dengan mobil Nissan hitam.
Saksi di lokasi berhasil mengambil foto mobil pelaku beserta pelat nomornya, dan informasi tersebut diserahkan kepada pihak berwenang. Deputi sheriff dari Martin County menghentikan dan menangkap Routh di Interstate 95 tidak lama setelah itu. Insiden ini menjadi berita utama dan menimbulkan banyak perhatian publik dan media. Demikian dikutip dari beritasatu.com.







