TANGSELXPRESS – Di tengah keramaian kota, sebuah cerita penuh harapan tercipta di Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel.
Marto Zaid Basyasy, seorang warga setempat, berdiri di depan rumah barunya dengan senyum penuh syukur dan haru.
Pada saat itu, rumahnya yang dulunya tak layak huni, kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang nyaman dan layak, berkat program bedah rumah yang digagas oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Dengan mata berkaca-kaca, Marto mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan menjadi salah satu warga yang mendapat manfaat dari program bedah rumah Kota Tangsel.
“Kami atas nama tuan rumah yang bertempat di rumah saya, saya ucapkan ribuan terima kasih bisa hadir di tempat kami. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang sudah mengadakan bedah rumah ini,” tuturnya Rabu, (10/7/2024).
Dengan suara yang sedikit parau, Marto mengungkapkan rasa syukur dan berkomitmen untuk menjaga rumahnya yang baru saja selesai dibedah oleh Pemkot Tangsel, untuk kehidupan sehari-harinya bersama keluarga.
“Semoga apa yang dibuat ini bisa kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Tangsel, Aris Kurniawan, menegaskan bahwa program bedah rumah bukanlah terobosan baru.
Diketahui sejak tahun 2015 hingga 2024, Pemkot Tangerang Selatan telah memperbaiki hampir 2.511 unit rumah.
“Untuk tahun ini saja, sudah ada 510 unit yang kita bedah,” ungkapnya.
Aris menyoroti bahwa Kecamatan Pondok Aren mendapat perhatian khusus dengan 94 unit rumah yang diperbaiki, menjadikannya yang terbanyak di antara kecamatan lainnya di Tangsel.
Sementara itu, di Kelurahan Pondok Kacang Barat, ada 8 unit rumah yang ditingkatkan termasuk rumah milik Marto.
Ia menjelaskan, program bedah rumah dari Pemkot Tangsel membangun kembali rumah dari pondasi hingga atap, dengan fasilitas lengkap seperti dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
Bedah rumah ini berbeda dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
“Bedah rumah ini dibangun dari pondasi, pemasangan batunya, pintunya, jendela baru semua, rangkai baja, keramik baru, ada dua kamar tidur dan satu kamar mandi,” jelas Aris.
Aris berharap program bedah rumah dapat terus dilanjutkan hingga seluruh rumah yang belum layak huni, dapat dioperasikan kembali.
“Semoga ke depan program bedah rumah ini dapat berlangsung hingga seluruh rumah yang belum layak huni kembali dapat dioperasikan,” tegasnya.
Kisah Marto Zaid Basyasy dan warga lainnya di Pondok Kacang Barat adalah contoh nyata bahwa dengan komitmen dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, harapan baru dapat terwujud.
Program bedah ini mengarah pada pemberdayaan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi warga Tangsel.
Selain membantu membangun fisik rumah, program ini juga membantu membangun semangat dan harapan bagi warga tersebut.







