TANGSELXPRESS – Dalam lanjutan sidang kasus dugaan korupsi di Kementan pada Rabu (5/6/2024), eks Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) memohon kepada majelis hakim agar rekeningnya yang telah diblokir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bisa dapat segera dibuka kembali. Rekening tersebut diakui SYL dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam sidang tersebut, duduk sebagai terdakwa yaitu SYL, mantan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, dan mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta.
“Saya pegawai negeri dari rendahan. Tidak pernah ada saya punya job lain selain ASN. Oleh karena itu, saya mohon rekening saya atau rekening istri dibuka. Saya tidak bisa bayar ini, ini sudah mau tinggalkan saya semua. Saya tidak main-main,” kata SYL saat persidangan seperti dikutip beritasatu.com, Rabu (5/6/2024).
SYL berharap agar majelis hakim mempertimbangkan betul permohonannya itu. Rekening tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Mohon dipertimbangkan khusus untuk hidup kami, khusus untuk membayar. Barangkali dapat pertimbangan kemanusiaan saja,” ungkapnya.
Diketahui, SYL tersandung dugaan pemerasan, gratifikasi, serta TPPU. Kasus pemerasan dan gratifikasi SYL sudah berada di tahap persidangan, sedangkan TPPU masih dalam penyidikan KPK.
Jaksa KPK mendakwa SYL memeras anak buahnya serta menerima gratifikasi mencapai Rp 44,5 miliar selama menduduki posisi sebagai mentan.
Uang puluhan miliar ini dipakai untuk kepentingan pribadi SYL serta keluarganya. Beberapa di antaranya yang terungkap untuk kado undangan, Partai Nasdem, acara keagamaan, carter pesawat, bantuan bencana alam, keperluan ke luar negeri, umrah, hingga kurban.







