TANGSELXPRESS- Berbeda dengan wilayah lain, selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 okupansi hotel di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami penurunan.
Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel, Gusri Effendi.
Menurut Gusri, peningkatan okupansi hotel di Kota Tangsel lebih tinggi pada saat hari kerja berlangsung.
“Biasanya untuk Tangsel itu, kalau momentum seperti ini, okupansinya malah turun. Karena di Tangsel itulah yang paling ramai pada hari kerja,” kata Gusri ketika dikonfirmasi pada Sabtu, (30/12).
Menurut Gusri, sepinya hotel saat libur nataru terjadi karena masyarakat Tangsel memilih untuk pergi ke luar daerah untuk mengisi waktu liburan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Tangsel sebagai kota jasa dan perdagangan memiliki beberapa perusahaan berskala regional dan nasional yang membuat okupansi hotel di Kota Tangsel lebih tinggi pada saat hari-hari kerja.
“Biasanya orang luar yang datang karena di Tangsel banyak usaha jasa, seperti banyak kantor-kantor berskala nasional di Tangsel, terus banyak juga kunjungan-kunjungan daerah ke Tangsel,” tuturnya.
Gusri tidak merinci jumlah pengunjung yang ada selama libur Nataru 2024, namun ia memperkirakan penurunan okupansi hotel di Kota Tangsel selama liburan tersebut akan mencapai 20 sampai 30 persen.
Kendati demikian, ia juga menambahkan bahwa okupansi hotel di Kota Tangsel biasanya kembali normal menjadi ramai di awal tahun 2024 setelah libur di minggu pertama.
“Bisa mencapai 20 sampai 30 persen (penurunan okupansi). Karena biasanya Tangsel itu paling sibuk dengan rapat-rapat, kegiatan kerja, makanya di Tangsel saat weekday itu agak lebih sulit mendapatkan hotel,” ujarnya.
Meskipun demikian, Gusri menegaskan bahwa okupansi hotel di Kota Tangsel biasanya kembali normal ketika hari kerja masuk kembali di awal tahun 2024.
“Setelah libur di minggu pertama biasanya langsung kembali normal,” pungkasnya.(ARG)







