• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Minggu, 25 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Ekonomi Digital dan Dampaknya pada Bisnis

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 25, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Ekonomi Digital dan Dampaknya pada Bisnis

Screenshot

244
SHARES
2.4k
VIEWS

PERKEMBANGAN teknologi yang begitu cepat saat ini telah mengubah cara hidup dan cara kerja masyarakat Indonesia. Kehadiran internet dan ponsel pintar membuat aktivitas sehari-hari, mulai dari berbelanja hingga mencari uang, menjadi sangat bergantung pada dunia digital.

Bagi Indonesia, perubahan ini membuka pintu kesempatan yang besar untuk menumbuhkan perekonomian nasional. Namun, di sisi lain, perubahan ini juga membawa tantangan besar yang harus dihadapi oleh pemerintah, perusahaan, dan para pekerja itu sendiri. Karena manusia adalah penggerak utama ekonomi negara, sangat penting bagi kita untuk memahami bagaimana era digital ini memengaruhi dunia kerja, agar peluang yang ada bisa dimanfaatkan tanpa merugikan para pekerja.

Saat ini, ekonomi digital di Indonesia tumbuh sangat pesat. Salah satu pendorong utamanya adalah makin banyaknya orang yang menggunakan internet, yang kini sudah mencakup lebih dari tiga perempat jumlah penduduk Indonesia.

Kondisi ini membuat pasar digital di Indonesia menjadi sangat besar. Sektor belanja online atau e-commerce menjadi salah satu penyokong terbesar, karena memungkinkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjual produk mereka ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri tanpa harus menyewa toko fisik. Selain itu, layanan keuangan digital seperti dompet digital dan pinjaman online, serta bermunculannya perusahaan berbasis teknologi, semakin mempermudah masyarakat dalam bertransaksi dan mengelola usaha.

BACA JUGA :  Pentingnya Penilaian Kinerja Karyawan dalam Sebuah Perusahaan atau Organisasi

Sayangnya, kemajuan ekonomi digital ini belum dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. Masalah utamanya terletak pada ketimpangan fasilitas internet. Masyarakat yang tinggal di kota-kota besar bisa menikmati internet cepat dan perangkat yang canggih dengan sangat mudah.

Sebaliknya, masyarakat di daerah terpencil atau pedesaan masih sering mengalami kesulitan sinyal dan keterbatasan alat komunikasi. Jika masalah jaringan internet ini tidak segera dibenahi oleh pemerintah, perkembangan ekonomi digital justru dikhawatirkan akan memperlebar jarak antara daerah kaya dan daerah tertinggal, sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi tidak merata.

Perubahan ke arah digital ini ibarat pisau bermata dua bagi para pekerja di Indonesia. Di satu sisi, digitalisasi menciptakan banyak jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Saat ini, pekerjaan seperti pengolah data, pembuat aplikasi, ahli pemasaran digital, hingga pembuat konten di media sosial sangat dibutuhkan dan banyak diisi oleh anak-anak muda. Industri kreatif pun ikut berkembang pesat karena media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram memberikan ruang bagi siapa saja untuk berkarya sekaligus menghasilkan uang.

BACA JUGA :  EBIC di Unpam Berlangsung Semarak, Ratusan Mahasiswa Pamer Kostum di Ajang Karnaval

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membawa ancaman bagi pekerjaan-pekerjaan lama melalui otomatisasi atau penggunaan mesin cerdas. Pekerjaan yang sifatnya mengulang-ulang, rutin, dan menggunakan tenaga fisik mulai digantikan oleh mesin otomatis agar proses produksi bisa berjalan lebih cepat dan murah. Pabrik-pabrik dan toko-toko fisik adalah sektor yang paling terasa dampaknya, di mana jumlah pekerja manusia terus berkurang. Hal ini berisiko menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan, terutama bagi mereka yang kesulitan belajar atau menyesuaikan diri dengan keterampilan baru yang dibutuhkan saat ini.

Selain masalah pengambilalihan pekerjaan oleh mesin, era digital juga melahirkan sistem kerja baru yang dikenal sebagai gig economy atau kerja lepas dan berbasis proyek. Contoh paling mudah dari sistem ini adalah pengemudi ojek online atau pekerja lepas (freelancer) di bidang desain dan penulisan. Sistem kerja ini memang memberikan kebebasan waktu dan fleksibilitas bagi para pekerjanya. Namun, kelemahannya adalah para pekerja lepas ini umumnya tidak memiliki perlindungan kerja yang pasti. Mereka sering kali tidak mendapatkan jaminan kesehatan, tidak ada pesangon, dan pendapatannya tidak menentu setiap bulan. Tanpa adanya aturan hukum yang jelas dari pemerintah, posisi pekerja lepas ini menjadi sangat rentan.

BACA JUGA :  Pemanfaatan Teknologi dalam Perdagangan Internasional

Tantangan terbesar bagi para pekerja di Indonesia saat ini adalah masalah kesenjangan keterampilan. Masih banyak angkatan kerja kita yang hanya memiliki keterampilan lama, sementara perusahaan saat ini mencari orang-orang yang paham teknologi. Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada pelatihan ulang dan peningkatan kemampuan secara besar-besaran. Sekolah, kampus, dan tempat pelatihan kerja harus mengubah pelajaran mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, seperti mengajarkan dasar-dasar komputer, pemanfaatan internet untuk bisnis, dan kemampuan mengolah informasi.

Agar semua orang bisa merasakan manfaat dari ekonomi digital ini, pemerintah, pihak swasta, dan lembaga pendidikan harus bekerja sama. Pemerintah perlu membuat aturan yang melindungi hak-hak pekerja lepas dan pekerja di sektor digital, seperti memastikan mereka tetap mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.

Pemerintah juga perlu terus mendukung orang-orang yang ingin membuka usaha sendiri di bidang digital melalui pelatihan bisnis dan kemudahan mendapat modal. Dengan meningkatkan kemampuan para pekerja, membuat aturan yang adil, dan meratakan jaringan internet ke seluruh wilayah, Indonesia bisa memajukan ekonominya sekaligus menyejahterakan seluruh rakyatnya.

 

Penulis:

Cindy Dwi Nopiyanti
Ayundia Putri Marsya
Deni Safrizal
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang
Previous Post

39 Tim Paskibra se-Jabodetabek Adu Kekompakan di SMPN 10 Tangsel

Next Post

BRILink Agen Fillio Hadir hingga Pinggiran Dumai, Dekatkan Layanan Keuangan yang Inklusif bagi Masyarakat Melalui 4 Outlet

Related Posts

Bukan Sekadar Hitung Jumlah Karyawan: Mengapa Perencanaan SDM Harus Berubah di Era AI?
DUNIA KAMPUS

Perencanaan Sumber Daya Manusia: Kompetensi dan Rekam Jejak

Oktober 23, 2026
2.4k
Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.4k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Next Post
BRILink Agen Fillio Hadir hingga Pinggiran Dumai, Dekatkan Layanan Keuangan yang Inklusif bagi Masyarakat Melalui 4 Outlet

BRILink Agen Fillio Hadir hingga Pinggiran Dumai, Dekatkan Layanan Keuangan yang Inklusif bagi Masyarakat Melalui 4 Outlet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com