• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 21, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Asap karhutla di Palangkaraya Kalimantan Tengah. Foto: Beritasatu.com

234
SHARES
2.4k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama sejumlah instansi menerapkan teknologi penyemaian es kering atau dry ice melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Teknik ini menyasar lapisan inversi atmosfer yang menyebabkan asap terperangkap di dekat permukaan bumi. Metode tersebut menjadi alternatif ketika jumlah awan yang berpotensi disemai untuk menghasilkan hujan terbatas.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, asap karhutla dalam kondisi atmosfer tertentu dapat terjebak hingga ketinggian 6.000–7.000 kaki, bahkan lebih tinggi. Kondisi ini membuat kabut asap sulit menyebar dan terurai secara alami.

“Penyemaian dry ice menjadi salah satu langkah taktis untuk mengatasi kondisi atmosfer yang menghambat penyebaran asap,” kata Teuku Faisal dalam keterangan resminya, dikutip dari Beritasatu.com.

BACA JUGA :  KPK Terus Bergerak, Dua Saksi Diperiksa Terkait Lukas Enembe 

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, lapisan inversi bekerja seperti tutup yang menghambat pergerakan udara secara vertikal. Akibatnya, asap dari kebakaran hutan dan lahan tertahan di lapisan atmosfer bawah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas menyemai dry ice menggunakan pesawat di atas lapisan inversi. Proses sublimasi es kering memicu pendinginan secara mendadak yang diharapkan dapat mengubah kestabilan atmosfer dan membantu membuka kembali aliran konveksi.

“Kondisi ini memungkinkan asap bergerak naik secara vertikal dan terurai ke atmosfer. Selain itu, proses tersebut juga meningkatkan peluang pertumbuhan awan yang selanjutnya dapat menjadi sasaran penyemaian dalam OMC,” kata Seto.

Berbeda dengan Penyemaian Awan untuk Hujan

BMKG menegaskan, penggunaan dry ice dalam operasi ini berbeda dari penyemaian awan yang bertujuan memicu hujan.

BACA JUGA :  Waspada Peralihan Musim, Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Menurut BMKG

Dalam metode tersebut, petugas menargetkan lapisan inversi yang menahan asap serta mengintervensi lapisan isoterm untuk mengubah kestabilan udara di atmosfer bagian atas.

Pendekatan ini menjadi alternatif taktis ketika kondisi langit cenderung kering dan awan yang berpotensi disemai terbatas.

Melalui teknik tersebut, BMKG berupaya membantu mengurangi penumpukan asap dengan mendorong pergerakan udara secara vertikal. Namun, efektivitasnya bergantung pada kondisi atmosfer dan pelaksanaan operasi di lapangan.

Upaya ini menjadi salah satu langkah penanganan kabut asap akibat karhutla di Sumatra dan Kalimantan, di tengah tantangan cuaca yang dapat menghambat penyebaran asap secara alami.

Tags: BMKGdry icekabut asap karhutlakarhutla Kalimantankarhutla SumatraKebakaran Hutan dan Lahanlapisan inversi atmosferOMC BMKGOperasi Modifikasi Cuacapenyemaian es keringteknologi dry iceTeuku Faisal FathaniTri Handoko Seto
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini 21 Oktober 2026: Suhu Tembus 35 Derajat

Next Post

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com