TANGSELXPRESS – Tren kopi berukuran jumbo hingga 1,5 liter atau bucket coffee semakin populer di Korea Selatan. Disajikan dalam wadah menyerupai ember plastik, minuman ini menarik perhatian konsumen karena ukurannya yang tidak biasa, dinilai lebih hemat, dan memiliki tampilan unik untuk konten media sosial.
Sejumlah gerai kopi di Korea Selatan mulai menghadirkan menu kopi jumbo tersebut. Salah satunya adalah Latte King yang meluncurkan Bucket Coffee di gerainya di Seongsu, Seoul, pada awal Oktober 2026.
Sesuai namanya, kopi ini disajikan dalam wadah plastik berkapasitas 1,5 liter yang dilengkapi tutup berlubang untuk sedotan. Meski berukuran besar, minuman tersebut dirancang sebagai satu porsi untuk dikonsumsi dalam sekali pemakaian.
Mengutip The Chosun, Sabtu (17/10/2026), kawasan Seongsu-dong yang populer di kalangan anak muda kini semakin sering diramaikan pengunjung yang membawa ember berisi kopi dan es.
Dalam waktu kurang dari sebulan sejak diluncurkan, Bucket Coffee berhasil menempati posisi kedua sebagai menu terlaris di kawasan tersebut.
CEO Blue Bean Company, Kim Tae-jun, mengatakan ukuran minuman yang tidak biasa menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen.
“Ukuran yang besar menciptakan daya tarik visual, yang secara efektif menarik pelanggan. Karena efeknya telah terbukti, kami berencana untuk memperluas penjualan ke semua cabang,” ujarnya.
Tren serupa juga diikuti Dunkin’ Donuts yang baru-baru ini meluncurkan kopi Giant Bucket berkapasitas 1,4 liter. Volume tersebut sekitar empat kali lebih besar dibandingkan ukuran minuman yang biasa dijual di gerai tersebut.
Berawal dari Amerika Serikat, Viral di Media Sosial
Tren kopi jumbo ini bermula di Amerika Serikat. Sejumlah gerai di Massachusetts awalnya menawarkan kopi berukuran besar sebagai produk percobaan untuk menarik perhatian pencinta kuliner.
Produk tersebut kemudian viral dan berkembang menjadi menu resmi. Tren kopi Americano dingin dalam wadah menyerupai ember pun meluas hingga Korea Selatan.
Popularitasnya turut didorong media sosial, termasuk TikTok. Bentuk wadah yang tidak biasa serta aksi meminum kopi langsung dari ember menjadi daya tarik visual yang mudah menarik perhatian pengguna internet.
Selain menawarkan pengalaman berbeda, ukuran jumbo membuat produk ini menonjol di tengah persaingan bisnis minuman. Konsumen tidak hanya membeli kopi, tetapi juga mendapatkan produk yang menarik untuk dibagikan di media sosial.
Kopi Jumbo Jadi Pilihan Hemat di Tengah Inflasi
Di balik tampilannya yang unik, popularitas bucket coffee juga berkaitan dengan upaya konsumen menghemat pengeluaran di tengah inflasi dan perlambatan ekonomi.
Meski volumenya empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan kopi biasa, harga kopi jumbo umumnya hanya sekitar dua hingga tiga kali lipat. Perbandingan tersebut membuat harga per liter atau per mililiter menjadi lebih murah dibandingkan membeli kopi dalam ukuran reguler secara terpisah.
Bagi konsumen yang rutin mengonsumsi kopi, selisih harga tersebut dinilai memberikan nilai lebih untuk uang yang dikeluarkan.
Seorang pekerja kantoran berusia 39 tahun mengaku membeli kopi berukuran jumbo terasa lebih hemat untuk menemani aktivitasnya selama bekerja di kantor.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana pelaku usaha minuman memanfaatkan kombinasi ukuran produk, daya tarik visual, dan pertimbangan harga untuk menarik konsumen.
Meski menawarkan harga per volume yang lebih rendah, konsumen tetap perlu mempertimbangkan jumlah kafein, kandungan gula, serta kebutuhan konsumsi harian sebelum memilih kopi berukuran jumbo.







