TANGSELXPRESS- Kebiasaan menyenangkan orang lain sering dianggap sebagai bentuk kepedulian dan kebaikan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan hingga terus mengesampingkan kebutuhan diri sendiri, perilaku yang dikenal sebagai people pleasing ini dapat berdampak pada kesehatan mental.
People pleasing merupakan kecenderungan untuk mengutamakan kebutuhan dan harapan orang lain dibandingkan kebutuhan pribadi. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan menolak permintaan, bahkan ketika dirinya merasa keberatan atau tidak memiliki cukup waktu dan energi.
Mengutip laman Rogers Behavioral Health, Senin (12/10/2026), kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap stres, kecemasan, depresi, hingga kelelahan emosional. Seseorang juga berisiko kehilangan arah terhadap tujuan dan nilai-nilai pribadinya karena terlalu berfokus memenuhi harapan orang lain.
4 Tanda People Pleasing yang Perlu Dikenali
Mengenali tanda-tanda people pleasing menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain sekaligus menjaga kesejahteraan diri sendiri.
1. Sulit Menolak Permintaan
Salah satu tanda paling umum adalah kesulitan mengatakan tidak. Seseorang cenderung menyetujui permintaan orang lain meskipun sebenarnya tidak ingin atau merasa keberatan.
Penolakan dapat memunculkan rasa bersalah dan kekhawatiran akan mengecewakan orang lain. Akibatnya, seseorang terus menerima tanggung jawab tambahan meskipun waktu dan energinya terbatas.
2. Takut Menghadapi Konflik
Orang dengan kecenderungan people pleasing sering berusaha menghindari pertengkaran atau perbedaan pendapat demi menjaga hubungan tetap harmonis.
Mereka mungkin memilih mengalah atau menyetujui pendapat orang lain meskipun memiliki pandangan berbeda. Jika terus berlangsung, kebiasaan ini dapat membuat kebutuhan dan pendapat pribadi sulit tersampaikan.
3. Mengabaikan Kebutuhan Diri Sendiri
Terlalu fokus membantu orang lain dapat membuat seseorang mengesampingkan waktu istirahat, hobi, hingga tujuan pribadinya.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat mengganggu keseimbangan antara tanggung jawab terhadap orang lain dan kebutuhan untuk menjaga diri sendiri.
4. Merasa Lelah secara Emosional
Terus berusaha memenuhi harapan orang lain dapat menimbulkan tekanan emosional. Seseorang mungkin merasa kelelahan, cemas, atau kesulitan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri.
Jika tekanan berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu keseharian dan memperburuk masalah kesehatan mental yang sudah dialami.
Cara Mengatasi People Pleasing
Kecenderungan people pleasing dapat diatasi secara bertahap dengan membangun kesadaran diri, menetapkan batasan, dan melatih cara berkomunikasi yang lebih sehat.
1. Kenali Nilai dan Tujuan Pribadi
Luangkan waktu untuk memahami kebutuhan, keyakinan, dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan mengenali prioritas pribadi, seseorang dapat mengambil keputusan berdasarkan pertimbangannya sendiri, bukan semata-mata demi memenuhi harapan orang lain.
2. Tetapkan Batasan yang Sehat
Memahami batas kemampuan, waktu, dan energi merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup. Membantu orang lain tidak harus dilakukan dengan mengorbankan seluruh kebutuhan pribadi.
Menetapkan batasan bukan berarti tidak peduli. Sebaliknya, langkah ini membantu seseorang memberikan bantuan sesuai kemampuannya tanpa terus-menerus merasa terbebani.
3. Belajar Berkomunikasi secara Asertif
Komunikasi asertif membantu seseorang menyampaikan pendapat, kebutuhan, dan penolakan secara jelas tanpa merendahkan orang lain.
Misalnya, ketika tidak dapat memenuhi permintaan, seseorang dapat mengatakan, “Maaf, kali ini saya belum bisa membantu karena ada hal lain yang harus diselesaikan.”
Penolakan yang sopan tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang. Hal terpenting adalah menyampaikan keputusan secara jujur dan menghargai kedua belah pihak.
4. Kelola Rasa Bersalah
Ketika mulai belajar mengatakan tidak, seseorang mungkin merasa bersalah atau cemas karena khawatir mengecewakan orang lain.
Perasaan tersebut dapat dikenali tanpa harus langsung dit







