PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara perusahaan memasarkan produk dan berkomunikasi dengan konsumen. Aktivitas pemasaran yang sebelumnya banyak mengandalkan media konvensional kini berkembang melalui berbagai kanal digital, seperti media sosial, mesin pencari, website, email marketing, dan platform video.
Perubahan tersebut membuat seorang digital marketer tidak hanya dituntut memahami teknologi dan data, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan persuasif.
Salah satu kemampuan komunikasi yang penting dalam bidang tersebut adalah public speaking. Public speaking merupakan kemampuan menyampaikan gagasan, informasi, atau pesan kepada orang lain secara terstruktur dan efektif. Bagi mahasiswa Manajemen Digital Marketing, kemampuan ini dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari mempresentasikan strategi pemasaran, melakukan pitching ide kampanye, menjelaskan hasil analisis data, membuat konten video, hingga berkomunikasi dengan klien.
Public Speaking dan Digital Marketing
Digital marketing pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi. Pemasaran tetap membutuhkan kemampuan untuk memahami konsumen dan menyampaikan nilai suatu produk atau layanan. Penelitian Royle dan Laing mengenai kesenjangan keterampilan digital marketing menunjukkan bahwa integrasi antara kemampuan digital dengan praktik pemasaran dan komunikasi menjadi salah satu tantangan penting bagi industri.
Dalam konteks tersebut, public speaking dapat menjadi salah satu kemampuan pendukung yang membantu seorang digital marketer menyampaikan strategi dan ide secara efektif. Sebagai contoh, seorang digital marketer mungkin memiliki data mengenai performa sebuah kampanye media sosial. Data tersebut perlu diubah menjadi informasi yang mudah dipahami oleh manajemen atau klien. Kemampuan berbicara secara terstruktur membantu marketer menjelaskan masalah, data, strategi, dan rekomendasi secara runtut.
Public speaking juga memiliki hubungan dengan kegiatan pembuatan konten digital. Saat membuat video pemasaran, webinar, live streaming, presentasi produk, atau video edukasi, seseorang perlu menyampaikan pesan kepada audiens secara verbal. Dengan demikian, kemampuan berbicara dapat mendukung proses komunikasi pemasaran di berbagai media digital.
Pentingnya Public Speaking bagi Mahasiswa Manajemen Digital Marketing
Mendukung Presentasi Strategi Pemasaran
Mahasiswa Manajemen Digital Marketing sering mendapatkan tugas untuk menyusun strategi pemasaran. Strategi tersebut biasanya mencakup target audiens, tujuan kampanye, pemilihan platform, jenis konten, anggaran, hingga indikator keberhasilan.
Kemampuan public speaking membantu mahasiswa menyampaikan strategi tersebut secara sistematis. Presentasi yang baik bukan hanya mengenai kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan memilih informasi yang relevan dan menyusunnya sehingga audiens dapat memahami inti pembahasan.
Meningkatkan Kemampuan Melakukan Pitching
Dalam dunia digital marketing, seorang marketer dapat diminta menyampaikan ide kampanye kepada klien atau pimpinan perusahaan. Kegiatan tersebut sering kali membutuhkan kemampuan pitching.
Misalnya, seorang digital marketer ingin mengusulkan kampanye TikTok untuk meningkatkan awareness sebuah merek. Ia harus mampu menjelaskan alasan pemilihan platform, karakteristik target audiens, konsep konten, estimasi hasil, serta indikator yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan. Public speaking membantu ide tersebut disampaikan secara singkat, logis, dan meyakinkan tanpa menghilangkan aspek profesional.
Membantu Komunikasi dengan Klien dan Tim
Digital marketing merupakan pekerjaan yang sering melibatkan kerja sama antara berbagai pihak, seperti content creator, social media specialist, graphic designer, copywriter, data analyst, dan klien.
Komunikasi yang jelas diperlukan agar setiap anggota tim memahami tujuan kampanye. Seorang digital marketer juga harus dapat menjelaskan istilah atau data digital kepada pihak yang mungkin tidak memiliki latar belakang teknologi atau pemasaran.
Mendukung Pembuatan Konten Digital
Perkembangan media sosial membuat komunikasi pemasaran semakin banyak dilakukan melalui format audiovisual. Video pendek, webinar, podcast, live streaming, dan video edukasi merupakan beberapa contoh media yang membutuhkan kemampuan komunikasi lisan.
Public speaking dapat membantu seseorang mengatur intonasi, artikulasi, struktur pesan, serta cara berinteraksi dengan audiens.
Public Speaking sebagai Kompetensi Profesional
Public speaking sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai kemampuan berbicara di depan kelas. Dalam dunia profesional, kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan menyampaikan informasi, membangun hubungan dengan audiens, serta mengomunikasikan gagasan secara efektif.
Dalam kajian mengenai kompetensi public speaking dan employability, public speaking dikaitkan dengan kemampuan mengekspresikan diri secara profesional, membangun kesadaran terhadap kompetensi yang dimiliki, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam situasi seperti wawancara kerja.
Cara Mengembangkan Public Speaking bagi Mahasiswa Digital Marketing
Kemampuan public speaking dapat dikembangkan melalui latihan yang dilakukan secara konsisten.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa antara lain:
- Melakukan presentasi secara rutin.
- Merekam latihan presentasi untuk evaluasi diri.
- Berlatih menjelaskan data dengan bahasa sederhana.
- Berlatih pitching kampanye.
- Mengikuti kegiatan organisasi atau seminar.
- Memanfaatkan teknologi digital melalui webinar, presentasi online, atau konten edukasi.
Tantangan Public Speaking di Era Digital
Meskipun teknologi memberikan banyak kesempatan untuk berkomunikasi, public speaking di lingkungan digital memiliki tantangan tersendiri. Ketika melakukan presentasi secara daring, pembicara harus mampu mempertahankan perhatian audiens meskipun interaksi secara langsung lebih terbatas.
Penelitian mengenai pembelajaran public speaking secara online menemukan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan seperti koneksi internet dan keterbatasan kehadiran audiens secara langsung. Bagi mahasiswa Manajemen Digital Marketing, kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi perlu dikembangkan dalam berbagai format, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Kesimpulan
Public speaking merupakan salah satu kemampuan yang relevan bagi mahasiswa Manajemen Digital Marketing. Perannya tidak terbatas pada kegiatan presentasi di kelas, tetapi juga dapat digunakan dalam pitching strategi pemasaran, komunikasi dengan klien, kerja sama tim, pembuatan konten digital, webinar, dan penyampaian hasil analisis pemasaran.
Perkembangan digital marketing membuat kebutuhan terhadap kombinasi antara keterampilan teknis, pengetahuan pemasaran, dan kemampuan komunikasi menjadi semakin penting. Oleh karena itu, mahasiswa Manajemen Digital Marketing perlu mengembangkan public speaking sejak masa perkuliahan. Latihan presentasi, pitching, pembuatan video, evaluasi diri, dan pengalaman berbicara di berbagai situasi dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi.
Daftar Pustaka
Royle, J., & Laing, A. (2014). The digital marketing skills gap: Developing a Digital Marketer Model for the communication industries. International Journal of Information Management, 34(1), 65–73.
https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2013.11.004
Gibbs, S., et al. (2019). Employability skills for future marketing professionals. European Management Journal, 37(3), 251–258.
van Ginkel, S., Gulikers, J., Biemans, H., & Mulder, M. (2015). Towards a set of design principles for developing oral presentation competence: A synthesis of research in higher education. Educational Research Review, 14, 62–80.
The video cover letter: Embedded assessment of oral communication skills. Quality Assurance in Education, 26(4), 423–429 (2018).
Reconceptualization and pedagogical strategies of public speaking competency for employability: An integrative review. ScienceDirect (2025).
Penulis:
Resita Rahayu
Universitas Pamulang







