TANGSELXPRESS – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan aplikasi rating Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat pengawasan dan evaluasi terhadap kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui aplikasi tersebut, kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian secara langsung terhadap layanan SPPG yang melayani satuan pendidikan masing-masing.
Penilaian tersebut dapat mencakup sejumlah aspek pelaksanaan MBG, mulai dari ketepatan waktu distribusi hingga kelayakan dan kualitas menu yang diterima peserta didik.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, keterlibatan sekolah penting dalam membangun sistem pengawasan yang lebih responsif. Sekolah dinilai tidak hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi yang ditemukan secara langsung di lapangan.
“Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan. Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai,” ujar Tysa, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, masukan dari sekolah akan menjadi bahan bagi BGN untuk mengidentifikasi bagian layanan yang perlu segera diperbaiki.
Dalam aplikasi tersebut, sekolah nantinya dapat memberikan penilaian menggunakan skala bintang 1 hingga 5. Penilaian juga dapat dilengkapi catatan mengenai aspek layanan yang dianggap perlu mendapat perhatian.
Mekanisme tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kualitas layanan SPPG sekaligus membantu BGN mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.
Selain aplikasi rating, sekolah yang menemukan layanan yang belum sesuai juga dapat memanfaatkan jalur pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan.
Apabila persoalan yang dilaporkan belum mendapatkan perbaikan, sekolah dapat menyampaikan laporan melalui kanal tersebut dengan memberikan tembusan kepada BGN. Dengan demikian, informasi mengenai kendala pelaksanaan MBG dapat diterima dan ditindaklanjuti.
BGN menyebut penguatan mekanisme umpan balik tersebut merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola Program MBG yang lebih transparan dan responsif.
Sekolah memiliki posisi strategis dalam sistem pengawasan karena berinteraksi langsung dengan peserta didik sebagai penerima manfaat program.
BGN juga mendorong pengawasan pelaksanaan MBG dilakukan secara kolaboratif. Masukan dari sekolah akan menjadi salah satu bagian dari sistem pengawasan untuk memastikan layanan SPPG berjalan sesuai ketentuan.
Dengan penguatan sistem digital dan keterlibatan sekolah, BGN berharap mekanisme pengawasan MBG tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menangkap kondisi layanan secara langsung dari lapangan.







