• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Kuliah, Kerja, Modeling! Kisah Inspiratif Syaniya, Mahasiswi Unpam yang Banjir Prestasi 

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 24, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
Kuliah, Kerja, Modeling! Kisah Inspiratif Syaniya, Mahasiswi Unpam yang Banjir Prestasi 
233
SHARES
2.5k
VIEWS

MENJALANI perkuliahan sekaligus membangun karier bukanlah hal yang mudah. Bagi sebagian mahasiswa, tuntutan akademik, pekerjaan, dan aktivitas di luar kampus dapat menjadi tantangan dalam mengembangkan potensi diri. Kekhawatiran terhadap kegagalan, kesulitan mengatur waktu, hingga rasa takut apabila prestasi akademik terganggu sering kali membuat mahasiswa memilih bertahan di zona nyaman.

Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi Syaniya untuk berhenti berkembang. Mahasiswi semester 6 Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) tersebut justru memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun pengalaman di luar bidang akademik. Selain menjalani aktivitas sebagai mahasiswa, Syaniya aktif di dunia modeling dan pageant, bekerja, serta dipercaya sebagai pelatih (coach) modeling di Jakarta Barat.

Perjalanan Syaniya di dunia fashion dan modeling sebenarnya telah dimulai sejak 2014. Saat itu, ia berhasil meraih Juara 2 Fashion Busana Muslim. Setelahnya, ia menjadi Delegasi Duta Pendidikan 2024 dan Duta Kartini Nusantara 2025.

Ketertarikannya terhadap dunia fashion dan modeling sendiri telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun sempat berhenti, minat tersebut kembali ia tekuni secara serius pada awal 2023 dengan mengikuti sekolah modeling. Sejak saat itu, ia mulai lebih aktif mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman di bidang yang diminatinya.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya meraih berbagai pencapaian. Berdasarkan pemberitaan TIMES Indonesia, pada 2026 Syaniya meraih gelar Puteri Batik Banten 2026, Winner Dekas Model Runway Season 1, Winner Model Photoshoot Competition Cycle 6, Winner Fashion Runway 2026, serta 2nd Runner Up Wanita Indonesia 2026.

Selain itu, Syaniya tercatat berhasil masuk Top 20 Miss Muslimah Hunt 2026 dan memperoleh sejumlah penghargaan lain, seperti Best Talent Duta Muslimah Preneur Jakarta Timur 2026, Best Student 3 Miss Model School Batch 16, Juara 3 Muse Competition 2026, Best Social Media Muse Competition FMS, Best Costume Fashion Show KMV, Best Catwalk Fashion Model Search 2026, hingga Best Photogenic Beauty Muslimah Banten 2026.

BACA JUGA :  Ironi di Tanah Papua

Di tengah berbagai pencapaian tersebut, Syaniya tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Ia bekerja dari Senin hingga Jumat, mengikuti perkuliahan pada Sabtu, kemudian memanfaatkan hari Minggu untuk kegiatan modeling maupun organisasi. Padatnya aktivitas tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam belajar mengelola waktu dan menentukan prioritas.

Mengubah Pengalaman Menjadi Motivasi

Perjalanan Syaniya dalam mengembangkan diri tidak terlepas dari berbagai pengalaman yang pernah ia lalui. Ia mengaku pernah berada dalam lingkungan pertemanan yang kurang sehat dan mengalami perlakuan yang membuatnya merasa diremehkan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dorongan baginya untuk melakukan perubahan.

Alih-alih menjadikan pengalaman tersebut sebagai alasan untuk berhenti, Syaniya memilih menggunakannya sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Ia mulai berusaha meninggalkan lingkungan yang tidak memberikan pengaruh positif, aktif dalam organisasi, serta membangun kemampuan yang dapat mendukung perkembangan dirinya.

“Aku sempat disakitin orang dan ada di lingkungan yang kurang sehat. Tapi aku berpikir, masa aku harus begini terus? Aku jadikan itu motivasi untuk upgrade diri, keluar dari lingkungan yang tidak baik, aktif di organisasi, dan membuktikan bahwa kita bisa punya value di mata orang lain,” ungkap Syaniya.

Bagi Syaniya, pengalaman selama mengikuti organisasi dan berbagai kegiatan di luar perkuliahan memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar pencapaian. Aktivitas tersebut turut membantunya memenuhi poin Kegiatan Akademik Kemahasiswaan (KAK) di kampus, sekaligus memperluas jaringan dan melatih kemampuan berkomunikasi dengan berbagai kalangan.

BACA JUGA :  Manajemen Keuangan Internasional, Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Mengurangi Risiko

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi lingkungan profesional. Berinteraksi dengan banyak orang membuatnya belajar menyesuaikan diri, membangun kepercayaan diri, serta memahami pentingnya kemampuan bersosialisasi dalam dunia kerja.

Ketika Kuliah, Pekerjaan, dan Modeling Berjalan Bersamaan

Menjalankan berbagai aktivitas dalam waktu yang hampir bersamaan tentu memiliki tantangan tersendiri. Rutinitas Syaniya berlangsung sepanjang pekan, mulai dari bekerja pada hari kerja, mengikuti perkuliahan pada akhir pekan, hingga menjalankan kegiatan modeling dan organisasi.

Di antara berbagai kesibukan tersebut, waktu istirahat menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya. Padatnya jadwal membuat kondisi fisiknya beberapa kali menurun.

“Jujur, tantangan terbesarku itu waktu istirahat. Karena dari Senin sampai Minggu jadwal bener-bener full. Aku sempat beberapa kali sakit dan drop. Tapi karena aku harus bertanggung jawab atas semua pilihan yang aku ambil, aku belajar untuk tahan banting dan membagi waktu sebaik mungkin,” jelasnya.

Untuk menjaga agar seluruh tanggung jawab tetap berjalan, Syaniya menilai dukungan dari lingkungan kerja dan kampus memiliki peran penting. Fleksibilitas yang ia dapatkan membantunya menyesuaikan berbagai kegiatan tanpa mengabaikan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa dan pekerja.

Baginya, menjalani banyak aktivitas bukan berarti harus mengorbankan salah satu tanggung jawab. Hal yang terpenting adalah kemampuan mengatur waktu, menentukan prioritas, dan memahami batas kemampuan diri.

BACA JUGA :  Universitas Pamulang Hadiri University Roundtable Global Academic Collaborations

Kegagalan Bukan Akhir dari Perjalanan

Berbagai penghargaan yang diraih Syaniya tidak datang tanpa proses. Sebelum memperoleh sejumlah gelar dan penghargaan, ia juga pernah mengalami kegagalan dalam kompetisi. Pengalaman tersebut justru membuatnya memahami bahwa keberhasilan tidak selalu diperoleh melalui satu kali percobaan.

Bagi Syaniya, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Setiap pengalaman memberikan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.

Pesan tersebut kemudian ia tujukan kepada mahasiswa dan generasi muda yang masih ragu untuk mencoba hal baru. Menurutnya, ketakutan terhadap kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan langkah sebelum seseorang mengetahui sejauh mana kemampuannya.

“Poin utamanya, jangan pernah takut dan jangan gampang menyerah. Banyak orang takut mencoba karena takut kalah atau takut gagal, padahal itu semua adalah proses. Kalau kita enggak pernah mencoba, kita bakal stuck di situ-situ aja dan enggak akan pernah tahu hasilnya. Enggak ada orang yang bisa langsung sukses tanpa melewati proses. Jadi, jangan pernah takut untuk mencoba,” tutupnya.

Perjalanan Syaniya menunjukkan bahwa masa perkuliahan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, membangun pengalaman, dan mengenali kemampuan diri. Di tengah tuntutan akademik dan aktivitas lainnya, keberanian untuk mencoba, kemampuan mengatur waktu, serta kesediaan untuk terus belajar menjadi bagian dari proses yang ia jalani dalam membangun karier sejak usia muda.

Sumber data prestasi: TIMES Indonesia, “Mengenal Syaniya, Penggerak Generasi Muda Melalui Advokasi Batik”, ditulis Wandi Ruswannur dan diterbitkan September 2026. 

 

Penulis:

Masrukhatullutfiah
Universitas Pamulang
Previous Post

Di Unpam, Dirjen DJSPSK Herman Saherrudin Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan Digital

Next Post

Gubernur Banten Andra Soni Datang ke Rumah Duka Surakman, Korban Hilang di Selat Sunda

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.3k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Gubernur Banten Andra Soni Datang ke Rumah Duka Surakman, Korban Hilang di Selat Sunda

Gubernur Banten Andra Soni Datang ke Rumah Duka Surakman, Korban Hilang di Selat Sunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com