TANGSELXPRESS- Kebakaran menghanguskan 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) malam tersebut menyebabkan sekitar 150 jiwa terdampak dan kehilangan tempat tinggal. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 20.31 WIB melalui saluran telepon darurat.
“Kami langsung bergegas mengerahkan kekuatan penuh untuk melakukan proses pemadaman guna menghindari perambatan api ke bangunan lainnya,” ujar Asril, Rabu (23/9/2026).
Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 128 personel dikerahkan ke lokasi. Api membakar bangunan yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.205 meter persegi.
Asril menjelaskan, petugas berhasil melokalisasi api pada pukul 21.20 WIB. Proses pendinginan kemudian dilakukan pada pukul 21.33 WIB.
“Setelah itu, pada pukul 24.00 seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai,” terangnya.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik.
Api Berawal dari Rumah Kontrakan
Ketua RT 05/01 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Nanang, menuturkan api pertama kali muncul dari sebuah rumah kontrakan.
Menurutnya, kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya. Warga sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi tidak berhasil menghentikan api.
“Api cepat sekali membesar, walaupun di lokasi tersebut masih ada rintikan air hujan. Untungnya petugas segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak menjalar ke lebih banyak bangunan lainnya,” kata Nanang.
Sudinsos Salurkan Bantuan ke Penyintas
Pasca-kebakaran, Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan bergerak menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para penyintas.
Kepala Sudinsos Jakarta Selatan, Bernard Tambunan, mengatakan bantuan langsung didistribusikan ke posko pengungsian setelah pihak kelurahan mengajukan permohonan bantuan bagi warga terdampak.
“Sejak terjadinya kebakaran semalam, kami sudah berkoordinasi bersama semua unsur terkait penyaluran bantuan dan pagi tadi semuanya sudah kita salurkan ke posko pengungsian,” ujarnya.
Bantuan konsumsi yang disalurkan terdiri atas 200 kotak nasi boks, 200 botol air mineral, 40 pak kopi, lima bungkus gula pasir, 11 goody bag, dan 1.200 gelas.
Sudinsos juga memberikan perlengkapan sekolah untuk memenuhi kebutuhan anak-anak penyintas kebakaran. Bantuan tersebut berupa 54 stel seragam SD, SMP, dan SMA, 22 pasang sepatu, 22 pasang kaus kaki, 40 potong celana training, dan 11 tas punggung.
Selain itu, disalurkan pula perlengkapan kebersihan berupa 20 sikat lantai, 22 pengki, dan 15 serbet, serta 12 paket diapers untuk kebutuhan bayi.
Bernard mengatakan pihaknya akan kembali menyalurkan bantuan apabila kebutuhan dasar warga masih diperlukan selama masa tanggap darurat.
“Sesuai aturan, kita selalu siap siaga dalam masa tanggap darurat, mulai tiga hari dan seterusnya,” ungkapnya.
BPBD Dirikan Tenda Pengungsian
BPBD Jakarta Selatan turut mendukung penanganan pascakebakaran dengan mendirikan satu unit tenda pengungsian di lapangan bulu tangkis setempat.
Komandan Pleton BPBD Jakarta Selatan, Muhammad Nur, mengatakan tenda tersebut digunakan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
“Tenda ini digunakan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran,” katanya.
BPBD juga menyalurkan tambahan logistik darurat berupa 10 dus air mineral, 100 boks makanan siap saji, 35 lembar selimut, 35 paket family kit, lima paket sandang, 50 lembar terpal, 15 kasur lipat, dan 18 paket kids ware.
“Kami berharap paket bantuan darurat ini dapat meringankan beban para penyintas serta mencukupi kebutuhan dasar mereka selama berada di posko pengungsian,” tandasnya.







