• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

BMKG: Musim Hujan 2026-2027 Datang Lebih Lambat, 529 ZOM Terdampak

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 22, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 3min read
BMKG: Musim Hujan 2026-2027 Datang Lebih Lambat, 529 ZOM Terdampak

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (tengah) saat menyampaikan konferensi pers ‘Prediksi Musim Hujan’ di Gedung MHEWS BMKG, di Jakarta, Selasa, 22 September 2026 (Foto: BMKG)

240
SHARES
2.3k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026-2027 akan datang lebih lambat dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

BMKG mencatat sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan.

Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat yang berlangsung bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia.

Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia. Sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

El Niño Sangat Kuat

Teuku menjelaskan, hasil pemantauan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4, Samudra Pasifik, pada akhir Agustus 2026 mencapai +2,83.

Sementara indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) tercatat +2,63, yang mengindikasikan kondisi El Niño sangat kuat.

BACA JUGA :  Indeks Bisnis UMKM BRI: Kinerja Terus Tumbuh dan Tetap Optimis

Di Samudra Hindia, indeks IOD pada Agustus 2026 tercatat +0,376 dan masih berpeluang berada pada fase positif hingga akhir tahun.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi pola datangnya musim hujan di Indonesia.

Menurut dia, awal musim hujan tidak akan terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah baru diprediksi memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

Wilayah yang mulai mengalami musim hujan pada November antara lain sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, Bali, NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, serta sebagian Papua Selatan.

Sementara pada Desember 2026, musim hujan diprediksi mulai terjadi di sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.

529 ZOM Diprediksi Mengalami Musim Hujan Lebih Lambat

Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya, BMKG memprediksi 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia mengalami awal musim hujan lebih lambat.

BACA JUGA :  Hari Ini Saat yang Tepat Wisata ke Banten, Cuaca Bersahabat

Sebaliknya, hanya 11 ZOM atau 1,12 persen luas daratan Indonesia yang diprediksi mengalami awal musim hujan lebih cepat.

Sementara itu, sebanyak 26 ZOM atau 2,15 persen luas daratan Indonesia diprediksi memasuki musim hujan sesuai dengan kondisi normal.

“Meski diprediksi lebih singkat, musim hujan 2026/2027 umumnya bersifat normal pada 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia,” kata Ardhasena.

Namun, BMKG juga mengingatkan adanya wilayah yang berpotensi mengalami kondisi lebih basah maupun lebih kering dari normal.

“Perlu menjadi perhatian bagi 147 ZOM atau 18,55 persen luas daratan Indonesia, karena sifat hujannya lebih basah. Sementara hanya 42 ZOM atau 11,69 persen diprediksi akan bersifat bawah normal atau lebih kering,” ujarnya.

Puncak Musim Hujan Diprediksi Desember 2026

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027.

Sebanyak 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026.

Kemudian 162 ZOM atau 25,68 persen diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027.

BACA JUGA :  Mulai Masuk Musim Kemarau, Hujan Ringan Masih Guyur Sebagian Kota Besar Indonesia

Sedangkan pada Februari 2027, sebanyak 190 ZOM atau 16,79 persen diprediksi mengalami puncak musim hujan.

Wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026 meliputi sebagian besar Sumatra dan Kalimantan, sebagian Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, serta sebagian kecil Maluku.

Selain itu, puncak musim hujan Desember diprediksi terjadi di Papua Barat Daya bagian barat, sebagian kecil Papua Barat, Papua bagian utara, Papua Tengah bagian timur, serta Papua Selatan bagian barat.

Sementara puncak musim hujan pada Januari 2027 diprediksi terjadi di Riau bagian selatan, Kepulauan Riau bagian tengah, sebagian kecil Jambi, Bengkulu bagian utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan bagian barat, dan Lampung bagian utara.

Wilayah lainnya meliputi sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat, serta sebagian wilayah Papua.

Tags: BMKGBMKG September 2026cuaca Indonesiael ninoIOD positifmusim hujan 2026 2027musim hujan Indonesiamusim hujan terlambatprediksi musim hujanpuncak musim hujanZOMZona Musim
Previous Post

Dari Data Menjadi Keputusan: Mengapa Perencanaan SDM Menentukan Masa Depan Perusahaan?

Next Post

Valuasi Saham sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi: Studi Komparatif pada Beberapa Emiten Bidang Property & Real Estate

Related Posts

Sering Alami Asam Lambung Naik? Kenali Penyebab dan 5 Cara Mencegah GERD
KESEHATAN

Sering Alami Asam Lambung Naik? Kenali Penyebab dan 5 Cara Mencegah GERD

Oktober 23, 2026
2.4k
Prakiraan Cuaca Tangsel 25 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Ringan
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel Jumat 23 Oktober 2026, Tujuh Kecamatan Berpotensi Hujan

Oktober 23, 2026
2.4k
Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan Upaya Mencaplok Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Valuasi Saham sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi: Studi Komparatif pada Beberapa Emiten Bidang Property & Real Estate

Valuasi Saham sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi: Studi Komparatif pada Beberapa Emiten Bidang Property & Real Estate

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com