TEKNOLOGI berkembang dengan cepat, banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual oleh tanggan manusia sekarang bisa dilakukan oleh kecerdasan buatan AI. Hanya dengan perintah yang jelas maka akan bisa langsung selesai dalam hitungan menit.
Perkembangan AI ini juga mulai masuk dalam lingkup dunia Pendidikan, banyak mahasiswa mulai menggunakan AI untuk membantu dalam menyelesaikan tugas kuliahnya. Menurut hasil Global Student Survey 2025 (Yonatan, 2025) dari Chengg menyebutkan empat dari lima mahasiswa global telah memanfaatkan GenAI untuk mendukung proses pembelajaran di kampusnya. Tingginya capaian tersebut membuktikan peran AI yang semakin tak tergantikan dalam mendukung berbagai aspek kehidupan manusia.
Menariknya, dari 15 negara dalam survei, Indonesia jadi negara yang responden mahasiswanya paling banyak gunakan AI dalam proses pembelajaran, mencapai 95%, bahkan melebihi capaian global. Hanya 4% responden yang tidak menggunakan GenAI, sedangkan 1% lainnya memilih tidak menjawab. Mayoritas mahasiswa Indonesia menggunakan GenAI untuk membantu tugas akademik (86%), menyusun rencana pengembangan karier (52%), hingga membantu menyusun jadwal pribadi (33%).
Menurut riset yang dilakukan oleh (Selpi, 2026) Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Mahasiswa yang terlalu sering mengandalkan AI untuk menyelesaikan tugas atau belajar bisa menjadi terlalu bergantung, sehingga kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri menurun. Banyak mahasiswa merasa “lebih gampang pakai AI saja” daripada mencoba menyelesaikan masalah sendiri, dan kebiasaan ini bisa memengaruhi kualitas belajar mereka dalam jangka panjang. Fenomena ini banyak terjadi di kampus-kampus besar di kota dengan akses internet tinggi, di mana AI sudah jadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Melihat fenomena tersebut bahwa AI sudah bisa menyelesaikan tugas mahasiswa, apakah public speaking bukan lagi hal yang menarik untuk dipelajari? Pertanyaan ini timbul karena merasa semua sudah bisa dilakukan dengan bantuan kecerdasan AI.
Kenyataannya di lapangan bahwa memang AI bisa membantu mahasiswa dalam Menyusun presentasi dengan cepat, membuat naskah, pidato atau materi secara rapi dan struktur bahkan bisa membantu dalam melakukan riset serta menyusun argument, tapi perlu di garis bawahi bahwa AI memiliki batasan, batasan inilah yang membuat manusia masih memerlukan skill untuk melakukannya yaitu Public Speaking.
AI mungkin pintar dalam membuat data tapi soft skill tetap dipegang oleh manusia. AI tidak bisa mengatur intonasi, bahasa tubuh serta ekspresi wajah, karena hal tersebut harus dibangun dengan koneksi emosional dengan audiens. Public speaking ini lah ilmu yang harus bisa dikuasai oleh manusia karena dalam dunia kerja, komunikasi lisan tetap menjadi indikator untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan seseorang terlihat, bagimana kepercayaan diri timbul. Public speaking merupakan skill yang bisa dibilang cukup krusial karena kompetensi seseorang, etika seseorang, bahkan watak seseorang bisa terlihat dari bagaimana orang itu berbicara.
Dalam lingkup perkuliahan khususnya mahasiswa public speaking harus dipelajari, ini untuk bekal dalam memasuki dunia kerja. Jadi, meskipun AI sudah berkembang begitu pesat dan tugas juga sudah bisa dilakukan secara cepat oleh bantuan AI namun untuk mempresentasikannya dengan baik dihadapan banyak orang tetap manusia yang melakukan. Ini untuk mengetahui apakah mahasiswa benar menguasai materi yang disampaikan? Apakah manusia siap menghadapi banyak orang dengan materi yang sudah dibuat?
Jadi memanfaatkan AI untuk efisiensi waktu dalam persiapan materi tidak salah tapi mahasiswa juga harus tetap melatih kemampuan bicara didepan umum, karena keberanian dan keterampilan bicara harus dilatih sendiri.
Jadi, sudahkah kita melatih suara kita sendiri, atau selama ini hanya mengandalkan AI?
Sumber:
Selpi. (2026). Dampak Kecanduan AI bagi Mahasiswa: Teman atau Musuh? https://lldikti5.kemdiktisaintek.go.id/home/detailpost/dampak-kecanduan-ai-bagi-mahasiswa-teman-atau-musuh
Yonatan, A. Z. (2025). 95% Mahasiswa RI Gunakan AI dalam Proses Pembelajaran. 6 Oktober. https://data.goodstats.id/statistic/95-mahasiswa-ri-gunakan-ai-dalam-proses-pembelajaran-FIm7A
Penulis:
Laniyafi Rahili
Mahasiswa Manajemen SDM Universitas Pamulang







