TANGSELXPRESS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,9 yang mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari, berdampak terhadap sejumlah perjalanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah antisipasi dengan melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) terhadap beberapa perjalanan kereta api.
Informasi tersebut disampaikan akun KAI121 melalui media sosial. Dalam keterangannya, gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB dengan kedalaman mencapai 376 kilometer.
“Sebagai langkah keselamatan, beberapa perjalanan kereta api untuk sementara dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) guna pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi prasarana jalur rel dan fasilitas pendukung operasional,” tulis KAI121 dalam keterangannya.
KAI memastikan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah keselamatan untuk memastikan kondisi jalur rel tetap aman setelah terjadinya gempa.
Petugas Cek Jalur
KAI menyampaikan bahwa petugas saat ini tengah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jalur rel dalam kondisi aman sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan.
“Saat ini petugas sedang melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan jalur aman dilalui sebelum perjalanan dilanjutkan kembali,” tulis KAI121.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat proses pemeriksaan tersebut.
Sebelumnya, BMKG mencatat gempa M5,9 terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu dini hari. Episentrum gempa berada di sekitar 6 kilometer tenggara Kepulauan Seribu, pada kedalaman 376 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Langkah penghentian sementara perjalanan kereta dilakukan KAI sebagai bagian dari prosedur keselamatan untuk memastikan kondisi prasarana perkeretaapian sebelum operasional kembali berjalan normal.







