TANGSELXPRESS- Penghentian sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, diperpanjang hingga pukul 08.59 WIB, Senin (7/9/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Dampak sebaran abu vulkanik tersebut telah memengaruhi 1.039 penerbangan dengan total 119.215 penumpang. Dampaknya meliputi pembatalan penerbangan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan ke sejumlah bandara lain.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 301 penerbangan tercatat mengalami pembatalan langsung dari area terminal bandara. Rinciannya terdiri atas 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan penghentian sementara operasional penerbangan dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soetta melakukan penghentian operasional penerbangan. Diprediksi penutupan sementara sampai pukul 08.59 WIB,” kata Yudistiawan dikutip dari RRI, Senin (7/9/2026).
Manajemen Bandara Soekarno-Hatta juga mengaktifkan prosedur penanganan pemulihan layanan untuk membantu para pengguna jasa yang terdampak. Sejumlah fasilitas disiapkan, termasuk penyediaan makanan ringan, pengangkutan penumpang menuju hotel, serta transportasi darat secara gratis.
Untuk membantu mobilitas penumpang yang terdampak, pihak pengelola menyiapkan armada bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
“Selain itu, disiapkan bus gratis menuju Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya. Pada tahap awal, terdapat delapan bus yang disiapkan, masing-masing dua bus untuk setiap tujuan,” ujar Yudistiawan.
Ia mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya. Penumpang diminta secara berkala memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan dan untuk informasi kebandarudaraan silakan menghubungi contact center InJourney Airports 172,” katanya.
Berdasarkan data penerbangan hingga Minggu (6/9/2026) pukul 21.30 WIB, jumlah penerbangan terdampak mencapai 1.039 penerbangan. Data tersebut merupakan akumulasi dari berbagai gangguan operasional, mulai dari pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan ke bandara lain.
“Berdasarkan data penerbangan pukul 21.30 WIB, terdapat 1.039 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain dan sebagainya,” ucap Yudistiawan.
Sementara itu, Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Fahmi Harahap menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan rekapitulasi terhadap jumlah penumpang yang masih tertahan di terminal.
Koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang serta memastikan kebutuhan pengguna jasa tetap terpenuhi selama operasional penerbangan dihentikan sementara.
Pihak pengelola mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi penerbangan sebelum melakukan perjalanan melalui kanal resmi maskapai maupun informasi kebandarudaraan.







