• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Badan Geologi: Tubuh Anak Krakatau Masih Kecil, Tak Berpotensi Runtuh Picu Tsunami

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 6, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
Warga Pandeglang Panik akibat Getaran Gunung Anak Krakatau, BPBD: Kondisi Sudah Kondusif

Foto: Beritasatu.com

244
SHARES
2.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Berdasarkan evaluasi terkini, kondisi morfologi gunung api tersebut dinilai belum berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan penilaian tersebut berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung api juga terus dilakukan secara intensif.

“Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 ini masih relatif kecil. Tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami,” ujar Lana dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

BACA JUGA :  Gunung Ibu Erupsi, Kolom Letusan Setinggi 600 Meter

Lana menjelaskan, tidak setiap erupsi Gunung Anak Krakatau dapat memicu tsunami. Peristiwa tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 berkaitan dengan runtuhnya sebagian tubuh gunung api ke laut, bukan semata-mata akibat aktivitas erupsi.

Menurut Lana, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini juga berbeda dibandingkan sebelum peristiwa 2018. Sebagian besar tubuh gunung pada sisi tertentu telah mengalami keruntuhan saat kejadian tersebut.

“Morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dibandingkan sebelum peristiwa 2018. Sebagian besar tubuh gunung pada sisi tertentu telah runtuh pada 2018,” katanya.

Morfologi Terus Dipantau

Lana mengatakan pertumbuhan dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau tetap terjadi seiring waktu. Namun, berdasarkan hasil pemetaan Badan Geologi, dasar tubuh dan kawah utama gunung api tersebut tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan hasil pemetaan sebelumnya.

BACA JUGA :  Menteri ESDM: 54 Persen Kebutuhan Minyak Indonesia Diimpor dari Singapura

“Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi tetap dipantau secara intensif,” ujar Lana.

Meski potensi keruntuhan tubuh gunung yang dapat memicu tsunami saat ini dinilai belum ada, Badan Geologi tetap mengingatkan masyarakat terhadap bahaya lain akibat aktivitas erupsi.

Salah satunya adalah lontaran material vulkanis yang dapat merusak peralatan di sekitar pusat aktivitas gunung api sekaligus membahayakan orang yang memasuki zona terlarang.

Selain itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berpotensi mengalami fluktuasi dan peningkatan. Kondisi tersebut ditandai dengan masih terekamnya sejumlah aktivitas kegempaan, seperti gempa frekuensi rendah, gempa hibrid, gempa harmonik, dan tremor.

Erupsi Berikutnya Belum Bisa Dipastikan

Lana menegaskan waktu, besar, dan bentuk erupsi Gunung Anak Krakatau berikutnya belum dapat dipastikan secara tepat.

BACA JUGA :  Ratusan Pelaku Usaha Go Global Unjuk Gigi di JCC, Kunjungi BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR Mulai 7 Desember!

Karena itu, Badan Geologi terus melakukan evaluasi secara berkelanjutan dengan memperhatikan perubahan seluruh parameter pemantauan aktivitas gunung api.

“Waktu, besar, dan bentuk erupsi berikutnya tidak dapat dipastikan secara tepat. Karena itu, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan perubahan seluruh parameter pemantauan,” ucapnya.

Badan Geologi memastikan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan untuk mengantisipasi setiap perubahan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

Tags: aktivitas vulkanik Anak Krakatau.Anak Krakatau erupsiAnak Krakatau terbaruBadan Geologierupsi Anak Krakatau 2026Gunung anak krakatauKementerian ESDMmorfologi Anak Krakataupotensi tsunami Anak KrakatauPVMBGstatus Anak Krakatautsunami Selat Sunda 2018
Previous Post

BRI Raih Penghargaan Niaga Werdhitama dari Kementerian Perdagangan atas Komitmen Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Next Post

Back to Back Juara Umum, Young Tiger Kantongi 7 Emas di Bharaduta Open 7 Jelang Porprov Tangsel

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Back to Back Juara Umum, Young Tiger Kantongi 7 Emas di Bharaduta Open 7 Jelang Porprov Tangsel

Back to Back Juara Umum, Young Tiger Kantongi 7 Emas di Bharaduta Open 7 Jelang Porprov Tangsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com