TANGSELXPRESS– Batuk yang tak kunjung sembuh perlu diwaspadai, terutama jika berlangsung lebih dari dua minggu. Kondisi tersebut menjadi salah satu gejala yang dapat mengarah pada tuberkulosis (TBC) dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), batuk lebih dari dua minggu merupakan salah satu gejala TBC. Selain batuk berkepanjangan, penderita juga dapat mengalami sesak napas, berkeringat pada malam hari, serta penurunan berat badan.
Gejala lainnya dapat berupa nafsu makan menurun, tubuh lemas, demam hingga batuk berdarah.
Masyarakat yang mengalami sejumlah gejala tersebut dianjurkan tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini penting dilakukan untuk menemukan kasus TBC lebih awal sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Pemeriksaan TBC dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan sesuai kondisi dan gejala yang dialami. Masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan deteksi dini yang diselenggarakan pemerintah, termasuk tracing TBC terintegrasi yang menyasar kontak erat maupun kelompok berisiko.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu menemukan kasus TBC lebih awal dan dapat diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Tracing TBC Sasar Kelompok Berisiko
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, mengatakan kegiatan tracing TBC terintegrasi dan CKG terus dilakukan untuk menemukan kasus secara lebih dini.
Hal itu disampaikan Arief dalam kegiatan Monitoring Tracing TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menyasar kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar TBC.
“Hari ini kita melanjutkan kegiatan tracing tuberkulosis terintegrasi CKG ini di wilayah Kramat Jati ini. Hari ini satu lokus dengan target 100 orang dari kontak erat, kontak rumah, atau populasi yang berisiko yang diundang dalam rangka untuk mengikuti screening TBC sekaligus cek kesehatan gratis,” ujar Arief.
Ia mengatakan pemeriksaan terhadap kontak erat maupun kelompok berisiko menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kasus TBC sebelum penyakit berkembang lebih jauh dan berpotensi menular kepada orang lain.
Masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan, khususnya lebih dari dua minggu, diimbau segera mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai kondisi yang dialami.
Deteksi dan penanganan lebih awal diharapkan dapat membantu mencegah komplikasi sekaligus memutus rantai penularan TBC di masyarakat.







