TANGSELXPRESS – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta seluruh lurah di Kota Tangsel menjaga integritas dan menjalankan tugas secara profesional sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Pilar saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang digelar di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 54 lurah se-Kota Tangsel bersama pasangan masing-masing. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman aparatur mengenai pentingnya integritas, termasuk peran keluarga dalam menjaga perilaku dan etika pejabat pemerintahan.
Pilar meminta materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai formalitas karena adanya agenda bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saya harap apa yang didapatkan oleh bapak-ibu (lurah dan pasangannya) semuanya di sini, jangan sampai hanya memenuhi kewajiban kita datang hari ini karena ada pihak KPK yang memberi materi, tapi jadikanlah materi yang disampaikan itu pedoman dalam bapak-ibu bekerja,” ujar Pilar.
Menurutnya, integritas harus menjadi bagian dari cara kerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jadikan pertemuan kita, acara hari ini bukan hanya sekadar memenuhi undangan dari Inspektorat. Kita hadir di sini untuk sama-sama memahami bahwa kita harus melakukan kegiatan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Lurah Jadi Ujung Tombak Pelayanan
Pilar menegaskan posisi lurah sangat penting karena menjadi salah satu aparatur pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, kinerja lurah tidak cukup hanya dilihat dari aspek administrasi pemerintahan. Kondisi lingkungan serta kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab tersebut.
“Kita ini sebagai pelayanan masyarakat, tentu saja masyarakat sangat mengharapkan betul kinerja kita. Nah, kita datang di tengah-tengah masyarakat ini bukan malah menjadi masalah, tapi bagaimana menjadi problem solver atau orang yang bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat kita,” jelasnya.
Pilar juga mengingatkan pentingnya independensi dan loyalitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, loyalitas kepada pimpinan maupun organisasi harus tetap berada dalam koridor aturan dan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Keluarga Diminta Ikut Menjaga Integritas
Selain menekankan integritas dalam pelaksanaan tugas, Pilar meminta para lurah dan pasangan masing-masing saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menjaga perilaku aparatur, termasuk memastikan sumber penghasilan keluarga diperoleh secara sah dan tidak menerima sesuatu yang bukan menjadi hak.
“Tentunya dengan jabatan yang diamanahkan ini, penting kita menjaga sikap baik diri sendiri sebagai pejabat, maupun keluarga kita. Kalau kita enggak bisa kontrol, kadang-kadang permasalahan juga bisa dari pasangan ataupun keluarga kita,” tegasnya.
Pilar juga meminta para lurah menjadi teladan di tengah masyarakat, termasuk dalam menjaga kebersihan, ketertiban, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia menilai kepercayaan publik dapat dibangun melalui tindakan nyata dan sederhana yang menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Jangan sampai kita melihat ada masalah, tapi tidak diperbaiki. Kita harus jaga kepercayaan masyarakat bahwa kita bekerja dengan baik, dengan penuh kejujuran dan integritas,” ucapnya.
Menutup kegiatan tersebut, Pilar kembali mengingatkan agar keluarga menjadi bagian dari upaya menjaga integritas. Pasangan diharapkan dapat saling mengingatkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga sikap, perilaku, dan sumber penghasilan keluarga.
Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh dalam Bimtek Keluarga Berintegritas diharapkan tidak berhenti sebagai materi kegiatan, tetapi diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah.







