TANGSELXPRESS – Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Suahasil ditunjuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelum menduduki posisi tertinggi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan yang telah cukup lama berkecimpung dalam pemerintahan dan kebijakan fiskal.
Pengalaman Suahasil di pemerintahan bukanlah hal baru. Ia pertama kali dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019 di era Presiden Joko Widodo.
Saat itu, Suahasil mendampingi Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Keduanya bahkan pernah menjadi kolega di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).
Setelah pemerintahan berganti, Suahasil kembali dipercaya menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih. Ia dilantik pada 21 Oktober 2024 untuk membantu Menteri Keuangan menjalankan tugas dan memimpin Kementerian Keuangan.
Berawal dari Dunia Akademik
Jauh sebelum masuk ke pemerintahan, Suahasil membangun karier panjang di dunia akademik.
Ia mulai menjadi dosen di FEB UI pada 1999. Karier akademiknya terus berkembang hingga Suahasil dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi pada 2009.
Di lingkungan Universitas Indonesia, ia pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Suahasil tercatat pernah menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi FEB UI pada 2004-2005. Setelah itu, ia menjabat Kepala Lembaga Demografi FEB UI pada 2005-2008.
Kariernya di lingkungan akademik kemudian berlanjut sebagai Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI pada 2009-2013.
Pengalaman sebagai akademisi tersebut kemudian berjalan beriringan dengan keterlibatannya dalam perumusan kebijakan publik dan ekonomi nasional.
Masuk ke Lingkaran Kebijakan Fiskal
Suahasil pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011.
Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah pada 2009-2015.
Pada periode 2010-2015, Suahasil dipercaya menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Selain itu, ia pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013-2014.
Berbagai posisi tersebut memperkuat pengalaman Suahasil dalam memahami kebijakan ekonomi, fiskal, desentralisasi, hingga program penanggulangan kemiskinan.
Pernah Pimpin Badan Kebijakan Fiskal
Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin menonjol ketika ia dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Ia kemudian dilantik sebagai Kepala BKF secara definitif pada 31 Oktober 2016.
Posisi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan Suahasil sebelum masuk jajaran pimpinan Kementerian Keuangan.
Tiga tahun kemudian, tepatnya 25 Oktober 2019, Suahasil dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Ia menjalankan tugas tersebut hingga pemerintahan berganti dan kembali dipercaya mendampingi Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih.
Kini, setelah hampir tujuh tahun berada di posisi Wakil Menteri Keuangan, Suahasil naik menjadi Menteri Keuangan.
Pendidikan Ekonomi hingga Amerika Serikat
Suahasil juga memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang kuat.
Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pada 1994, Suahasil meraih gelar Sarjana Ekonomi dari FEB UI.
Pendidikan kemudian dilanjutkan ke Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) dari Cornell University pada 1997.
Tidak berhenti di jenjang magister, Suahasil melanjutkan pendidikan doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign.
Pada 2003, ia meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi.
Dengan latar belakang sebagai akademisi, pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan fiskal, pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal, serta bertahun-tahun menjabat Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara kini mendapat mandat untuk memimpin Kementerian Keuangan.
Sebagai Menteri Keuangan, Suahasil akan menghadapi sejumlah agenda strategis, mulai dari pengelolaan APBN, kebijakan fiskal, hingga menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam sisa masa pemerintahan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.







