TANGSELXPRESS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abu vulkanik akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau yang berpotensi menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah.
BPBD Provinsi Banten mengingatkan masyarakat bahwa abu vulkanik terdiri dari partikel yang sangat halus sehingga dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas hingga iritasi pada paru-paru. Selain itu, abu juga berpotensi menyebabkan mata merah, perih, berair dan gatal.
Kontak langsung dengan abu vulkanik juga dapat membuat kulit menjadi kering, gatal hingga mengalami iritasi.
Tak hanya berdampak terhadap kesehatan, abu vulkanik juga dapat mencemari sumber air dan lingkungan. Abu yang masuk ke sumber air dapat membuat air keruh dan tidak layak dikonsumsi.
Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat karena dapat mengurangi jarak pandang serta mengganggu kinerja kendaraan, peralatan elektronik hingga merusak fasilitas tertentu.
BPBD Banten Minta Warga Lakukan 6 Langkah Ini
Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, BPBD Banten mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah perlindungan diri.
Pertama, masyarakat diminta menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Masker sekali pakai maupun masker kain tebal dapat digunakan untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan abu.
Kedua, masyarakat disarankan melindungi mata dengan menggunakan kacamata pelindung guna menghindari iritasi akibat abu vulkanik yang beterbangan.
Ketiga, warga diimbau sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah apabila terjadi sebaran abu. Pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.
Keempat, masyarakat perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Abu yang menempel pada tubuh dan pakaian sebaiknya segera dibersihkan, termasuk dengan mandi dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar.
Kelima, warga diminta menghindari berkendara apabila jarak pandang terganggu. Sebaran abu dapat mengurangi visibilitas dan berpotensi mengganggu kinerja mesin kendaraan.
Keenam, masyarakat diminta memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Anak Gunung Krakatau melalui BPBD Provinsi Banten, PVMBG, serta instansi terkait.
BPBD Banten juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Tetap tenang, waspada, dan utamakan keselamatan,” demikian imbauan BPBD Provinsi Banten.
Masyarakat juga diingatkan bahwa abu vulkanik tidak selalu terlihat tebal, namun tetap dapat membahayakan kesehatan. Karena itu, penggunaan alat pelindung diri dan mengikuti arahan dari pihak berwenang menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112.







