TANGSELXPRESS – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menegaskan Posyandu kini telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang tidak hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi juga mencakup berbagai bidang pelayanan dasar bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pilar saat menyambut Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, beserta jajaran Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten di Posyandu Selada, RW 04, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Selasa (4/8/2026). Dalam kegiatan itu, Pilar didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangsel, Tini Indrayanthi Benyamin.
Menurut Pilar, Posyandu Selada menjadi salah satu contoh transformasi pelayanan masyarakat yang telah mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.
“Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup berbagai bidang SPM. Keberhasilan ini didorong oleh semangat gotong royong antara kader kesehatan, PKK, pengurus RT/RW, serta partisipasi aktif masyarakat,” ujar Pilar.
Ia menjelaskan, penguatan layanan Posyandu di kawasan tersebut juga didukung berbagai fasilitas penunjang masyarakat, seperti bank sampah, taman baca masyarakat, hingga peningkatan infrastruktur jalan dan drainase di sekitar lingkungan Posyandu.
Menurut Pilar, perkembangan Posyandu menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses serta menjawab kebutuhan warga secara menyeluruh.
Pos Gizi Diperkuat untuk Cegah Stunting
Selain mengembangkan fungsi Posyandu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Pos Gizi yang kini telah tersedia di setiap kelurahan.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan bagi ibu hamil dan ibu menyusui agar memperoleh asupan gizi yang cukup, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang.
“Di 2026, kami terus mendorong Pos Gizi di masing-masing kelurahan sebagai program pencegahan stunting. Ini menjadi stimulan bagi ibu hamil dan ibu menyusui untuk mendapatkan gizi yang cukup,” kata Pilar.
Selain pemenuhan gizi, Pilar juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik sederhana. Salah satunya dengan membiasakan berjalan kaki minimal 5.000 langkah setiap hari.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan apabila dilakukan secara rutin dan konsisten.
Momentum Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Pilar menilai proses penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten menjadi momentum evaluasi sekaligus pembelajaran bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di seluruh wilayah.
Melalui penguatan fungsi Posyandu sebagai pusat layanan terpadu, Pemkot Tangsel berharap pelayanan dasar masyarakat semakin mudah dijangkau, kualitas kesehatan warga terus meningkat, serta upaya percepatan penurunan angka stunting dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan masyarakat Tangsel yang sehat, mandiri, dan berkualitas.







