TANGSELXPRESS – Lupa merupakan hal yang wajar dan dapat dialami siapa saja. Namun, jika terjadi terlalu sering, kondisi cepat lupa bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak faktor yang dapat memengaruhi daya ingat, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.
Lantas, mengapa banyak orang cepat lupa? Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui.
1. Terlalu Banyak Menerima Informasi
Di era digital, otak harus memproses informasi dalam jumlah sangat besar setiap hari. Notifikasi ponsel, media sosial, email, berita, hingga video membuat otak terus menerima rangsangan baru tanpa henti.
Padahal, kapasitas perhatian manusia memiliki batas. Ketika terlalu banyak informasi masuk secara bersamaan, otak tidak sempat memproses semuanya secara mendalam sehingga informasi tersebut sulit disimpan sebagai memori jangka panjang.
Akibatnya, seseorang lebih mudah melupakan hal-hal yang baru saja dilihat, dibaca, atau didengar.
2. Kurang Tidur
Tidur memiliki peran penting dalam menjaga kemampuan mengingat. Saat tidur, otak melakukan proses konsolidasi memori, yaitu memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Jika seseorang sering begadang atau kualitas tidurnya buruk, proses tersebut menjadi tidak optimal. Informasi yang dipelajari sepanjang hari pun lebih mudah terlupakan karena belum tersimpan dengan baik.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat kemampuan berpikir, serta mengurangi kemampuan otak menyerap informasi baru.
3. Stres dan Kecemasan
Stres berkepanjangan juga menjadi salah satu penyebab seseorang lebih mudah lupa. Saat mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi.
Dalam jangka pendek, hormon ini membantu tubuh menghadapi tekanan. Namun, jika kadarnya terus meningkat dalam waktu lama, kortisol dapat mengganggu fungsi hipokampus, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori.
Akibatnya, orang yang sedang mengalami stres atau kecemasan sering kesulitan berkonsentrasi, sulit mengingat informasi, bahkan mudah melupakan hal-hal sederhana.
Karena itu, mengelola stres dengan baik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan mental, tetapi juga membantu menjaga daya ingat dan fungsi otak tetap optimal.







