NEW YORK – Seorang pria dilaporkan melakukan aksi bakar diri di depan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, setelah lebih dahulu menancapkan bendera yang berkaitan dengan pemerintahan Tibet dalam pengasingan di trotoar dekat lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan media setempat dan video yang beredar di media sosial, insiden tersebut terjadi pada Kamis, 2 Juli sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB, di dekat persimpangan East 43rd Street dan First Avenue.
Rekaman kamera pengawas PBB memperlihatkan pria tersebut menancapkan bendera sebelum melakukan aksi bakar diri. Petugas kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.
Di lokasi kejadian, aparat juga menemukan sejumlah selebaran yang berisi tuntutan agar “China keluar dari Tibet”.
Dikutip dari Anadolu, Jumat, 3 Juli, Kepolisian New York telah membuka penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Sementara itu, bendera yang dipasang pelaku dilaporkan masih berkibar di lokasi hingga sekitar satu jam setelah insiden terjadi.
Tibet berada di bawah administrasi Republik Rakyat China sejak 1951. Pemerintah China menyebut proses tersebut sebagai “pembebasan damai” wilayah Tibet.
Bendera yang dikibarkan pelaku diketahui berkaitan dengan gerakan yang digunakan dalam pemberontakan Tibet pada 1959, yang berakhir dengan kegagalan melawan pemerintahan China.
Setelah pemberontakan tersebut, pemerintahan Tibet dalam pengasingan dibentuk di India utara. Pemerintah China tidak mengakui keberadaan pemerintahan tersebut dan menyatakan Tibet telah menjadi bagian dari wilayah China sejak abad ke-13.
Di sisi lain, Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, menyatakan bahwa Tibet merupakan negara yang merdeka ketika Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memasuki wilayah tersebut pada awal 1950-an.
Hingga kini, kepolisian belum mengungkap identitas pelaku maupun dugaan motif resmi di balik aksi tersebut. Penyelidikan masih terus berlangsung.







