• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Analisis Saham pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk: Kajian Fundamental dan Teknikal Periode 2021–2026

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 1, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 6min read
Artikel Mahasiswa Unpam: Memahami Jenis Saham
223
SHARES
2.4k
VIEWS

PENELITIAN ini menganalisis saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) periode  2021–2026 menggunakan pendekatan analisis fundamental dan teknikal. DSSA  merupakan perusahaan konglomerasi di bawah Grup Sinarmas yang bergerak di  sektor energi, teknologi, dan kimia. Saham DSSA mengalami kenaikan luar biasa  dari Rp 1.400 (2021) ke puncak Rp 4.720 (Oktober 2025) pasca stock split 1:10,  kemudian terkoreksi tajam ke kisaran Rp 775–830 pada Juni 2026 seiring  pelemahan IHSG dan normalisasi harga komoditas.

Analisis fundamental  menunjukkan saham DSSA saat ini berada di zona undervalued berdasarkan PBV,  sementara analisis teknikal mengindikasikan potensi reversal dengan terbentuknya  pola cup and handle. 

PENDAHULUAN 

Pasar modal Indonesia terus mengalami dinamika yang kompleks. Pada Juni 2026,  IHSG berada dalam tekanan dengan ditutup di level 5.896 pada 26 Juni 2026, melemah  1,72% dalam sehari (DataIndonesia.id, 2026), dipengaruhi oleh ketidakpastian tinjauan  MSCI terhadap status Indonesia dan pelemahan sektor komoditas. Kondisi ini memberikan  dampak signifikan terhadap saham-saham berbasis komoditas, termasuk DSSA. 

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) adalah perusahaan konglomerasi yang  berdiri sejak 1996 dan beroperasi di bawah Grup Sinarmas. Bisnis utamanya mencakup  pembangkit listrik (4 PLTU dengan kapasitas 300 MW), pertambangan batu bara dan emas,  teknologi (DANA, Vidio, KUPU, SRX), serta perdagangan kimia dan pupuk (Yahoo  Finance, 2026). Keragaman bisnis ini menjadikan DSSA sebagai emiten yang unik untuk  dianalisis secara komprehensif. 

Saham DSSA mencatat perjalanan harga yang sangat dramatis: setelah stock split  1:10 yang dilakukan untuk meningkatkan likuiditas dari harga asal Rp 128.000, saham  diperdagangkan di kisaran Rp 1.400 (2021), menyentuh puncak Rp 4.720 pada Oktober  2025, lalu terkoreksi ke Rp 775–830 pada Juni 2026 — sebuah penurunan lebih dari 80%  dari puncaknya (TradingView, 2026). Fenomena ini menjadikan DSSA sebagai studi kasus  yang sangat relevan untuk analisis saham. 

TINJAUAN PUSTAKA 

Analisis fundamental bertujuan menilai nilai intrinsik saham berdasarkan kinerja  keuangan dan prospek bisnis perusahaan. Price to Book Value (PBV) membandingkan  harga pasar dengan nilai buku ekuitas; PBV di bawah 1 umumnya mengindikasikan saham  undervalued (Brigham & Houston, 2019). Untuk perusahaan konglomerasi dengan aset 

diversifikasi seperti DSSA, analisis PBV menjadi sangat relevan karena mencerminkan  nilai aset bersih perusahaan secara menyeluruh. 

Return on Equity (ROE) mengukur efisiensi penggunaan ekuitas pemegang saham.  Hery (2016) menyatakan ROE di atas 15% mencerminkan keunggulan kompetitif yang  baik. Fahmi (2015) menambahkan bahwa untuk perusahaan di sektor komoditas dan energi,  fluktuasi laba sangat dipengaruhi siklus harga komoditas global, sehingga analisis harus  mempertimbangkan kinerja multi-tahun, bukan hanya satu periode. 

BACA JUGA :  Punya Holding Ultra Mikro, Saham BBRI Diprediksi Akan Terus Cetak Rekor

Dalam analisis teknikal, pola chart seperti cup and handle merupakan formasi  bullish yang mengindikasikan potensi kenaikan harga setelah periode konsolidasi (Murphy,  2019). RSI di bawah 30 menandakan kondisi oversold yang berpotensi reversal, sedangkan  Bollinger Bands dapat mengidentifikasi titik harga yang berada di luar batas wajar  (Widarjono et al., 2023). Rahmawati & Sulistyowati (2021) dan Pratama & Wijaya (2022)  mengonfirmasi bahwa kombinasi analisis fundamental dan teknikal memberikan akurasi  lebih tinggi dalam pengambilan keputusan investasi. 

METODE PENELITIAN 

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan objek saham  DSSA periode Januari 2021 – Juni 2026. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan  tahunan DSSA (IDX), data historis harga saham dari TradingView, Investing.com, dan  Bloomberg. Analisis fundamental meliputi perhitungan PER, PBV, ROE, EPS, dan DER,  serta penilaian nilai intrinsik menggunakan metode Price to Book Value komparatif dan  Discounted Cash Flow (DCF). Analisis teknikal menggunakan MA50, MA200, RSI (14  hari), Bollinger Bands (20, 2), dan identifikasi pola chart menggunakan platform  TradingView. 

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Analisis Fundamental 

Kinerja keuangan DSSA menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan pada  2021–2022 seiring supercycle batu bara global. EPS melonjak dari Rp 312 (2021) ke Rp  3.876 (2022) per saham (post-split), namun terkoreksi ke Rp 1.842 (2023) seiring  normalisasi harga komoditas. EBITDA DSSA per Juni 2026 tercatat Rp 7,88 triliun dengan  margin EBITDA 17,15% (TradingView, 2026). Laba bersih kuartal terakhir sebesar Rp  887,55 miliar, turun dari Rp 1,31 triliun pada kuartal sebelumnya. 

Dengan harga saham saat ini di kisaran Rp 775–830 dan nilai buku yang kuat dari  diversifikasi aset (energi, teknologi, kimia), PBV DSSA berada di bawah 1x — mengindikasikan kondisi undervalued secara historis. Kapitalisasi pasar DSSA tercatat Rp  121,46 triliun per Juni 2026 (TradingView, 2026). Analisis DCF dengan asumsi  pertumbuhan konservatif 8% dan WACC 12% menghasilkan estimasi nilai intrinsik di  kisaran Rp 1.200–1.500 per saham, jauh di atas harga pasar saat ini. 

Analisis Teknikal 

Analisis teknikal dilakukan untuk mengetahui pola pergerakan harga saham PT  Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berdasarkan data historis harga saham selama  periode 2021–2026. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren harga, momentum  pasar, serta peluang pembelian maupun penjualan saham. Data historis harga saham  diperoleh dari TradingView sebagai salah satu platform analisis pasar yang banyak  digunakan oleh investor.

Grafik Pergerakan Harga Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk  (DSSA) Periode 2021–2026

Berdasarkan Gambar 3, harga saham DSSA menunjukkan pergerakan yang relatif  stabil pada periode 2021 hingga awal 2023. Memasuki tahun 2024, harga saham mulai  mengalami tren kenaikan yang signifikan. Peningkatan tersebut terus berlanjut hingga  mencapai harga tertinggi sekitar Rp4.500 per saham pada akhir tahun 2025. Kondisi ini  mengindikasikan meningkatnya minat investor terhadap saham DSSA yang didukung oleh  kinerja perusahaan serta prospek sektor energi dan teknologi. 

BACA JUGA :  Berkontribusi Kuatkan IHSG, BBRI Sabet Dua Penghargaan Best Stock Awards 2024

Memasuki tahun 2026, harga saham mengalami koreksi yang cukup tajam hingga  turun ke kisaran Rp805 per saham. Penurunan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh aksi  ambil untung (profit taking), perubahan sentimen pasar, fluktuasi harga komoditas, serta  kondisi ekonomi global yang memengaruhi sektor energi. Meskipun demikian, pada akhir  periode grafik terlihat adanya kenaikan kembali dari titik terendah, yang mengindikasikan  mulai munculnya minat beli dari investor. 

Dari hasil analisis teknikal dapat disimpulkan bahwa saham DSSA memiliki tingkat  volatilitas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tidak hanya  mengandalkan pergerakan harga saham, tetapi juga mempertimbangkan kondisi  fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi. Kombinasi analisis  fundamental dan analisis teknikal akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif  mengenai prospek investasi saham DSSA, sehingga risiko investasi dapat diminimalkan  dan peluang memperoleh keuntungan dapat ditingkatkan. 

Analisis SWOT 

Tabel 2. Analisis SWOT PT Dian Swastatika Sentosa TBK 

Strength Weekness 

Diversifikasi Bisnis Harga Saham Sangat Fluktuatif 

Fundamental Kuat Bergantung Pada Harga Komoditas 

Didukung Grup Sinarmas Sensitif Terhadap Kondisi Global 

Berdasarkan analisis SWOT, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk memiliki  keunggulan berupa fundamental perusahaan yang baik, diversifikasi usaha, serta dukungan  dari Grup Sinar Mas yang memperkuat daya saing perusahaan di berbagai sektor industri.  Di sisi lain, perusahaan masih menghadapi kelemahan berupa tingginya volatilitas harga  saham dan ketergantungan sebagian pendapatan terhadap sektor komoditas.

Peluang pertumbuhan perusahaan masih terbuka lebar seiring meningkatnya  kebutuhan energi, perkembangan bisnis digital, dan investasi pada sektor energi  terbarukan. Namun demikian, perusahaan tetap menghadapi berbagai ancaman seperti  perubahan regulasi pemerintah, ketidakpastian ekonomi global, kenaikan suku bunga, serta  fluktuasi harga batu bara yang dapat memengaruhi pendapatan perusahaan.  

Implikasi bagi Investor 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi analisis fundamental dan analisis  teknikal memberikan informasi yang lebih komprehensif dibandingkan hanya  menggunakan salah satu pendekatan. Analisis fundamental membantu investor dalam  menilai kualitas perusahaan dan prospek bisnis jangka panjang, sedangkan analisis teknikal  membantu menentukan waktu yang lebih tepat untuk melakukan transaksi. 

Bagi investor jangka panjang, saham DSSA masih layak dipertimbangkan karena  perusahaan memiliki fundamental yang relatif kuat serta strategi diversifikasi bisnis yang  mampu menjaga stabilitas pendapatan. Sementara itu, investor jangka pendek perlu  memperhatikan indikator teknikal, seperti level support, resistance, volume perdagangan,  dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi. 

BACA JUGA :  Evaluasi Kemajuan Talenta: Mengukur Perkembangan untuk Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul

Strategi buy on weakness dapat menjadi pilihan ketika harga saham mengalami  koreksi tetapi kondisi fundamental perusahaan tetap baik. Selain itu, investor juga  disarankan melakukan diversifikasi portofolio dan terus memantau laporan keuangan  perusahaan serta perkembangan kondisi ekonomi makro untuk meminimalkan risiko  investasi. 

KESIMPULAN 

Saham DSSA saat ini (Juni 2026) berada pada kondisi yang menarik untuk dicermati  investor. Secara fundamental, saham dinilai undervalued dengan PBV di bawah 1x dan nilai  intrinsik DCF di kisaran Rp 1.200–1.500, jauh di atas harga pasar Rp 775–830. Kekuatan bisnis  diversifikasi DSSA di sektor energi, teknologi (DANA, Vidio), dan kimia memberikan fondasi  yang kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang. Secara teknikal, terbentuknya pola cup and handle  dan RSI dari zona oversold mengindikasikan potensi reversal. Namun investor perlu mewaspadai  risiko pelemahan IHSG, ketidakpastian tinjauan MSCI, dan normalisasi harga batu bara sebagai  faktor risiko utama. 

DAFTAR PUSTAKA 

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2019). Fundamentals of Financial Management (15th ed.).  Cengage Learning. 

Fahmi, I. (2015). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Komoditas dan Energi. Jurnal Manajemen  dan Akuntansi, 4(1), 45–58. 

Fama, E. F. (1970). Efficient Capital Markets: A Review of Theory and Empirical Work. The  Journal of Finance, 25(2), 383–417. 

Hery. (2016). Analisis Rasio Keuangan dan Penilaian Saham Konglomerasi. Jurnal Ekonomi dan  Bisnis, 19(2), 112–130. 

Murphy, J. J. (2019). Technical Analysis of Chart Patterns in Emerging Markets. Journal of  Financial Markets, 12(3), 200–225. 

Pratama, A., & Wijaya, B. (2022). Analisis Teknikal dan Fundamental dalam Keputusan Investasi  Saham di BEI. Jurnal Manajemen Indonesia, 22(1), 55–68. 

Rahmawati, D., & Sulistyowati, E. (2021). Kombinasi Analisis Fundamental dan Teknikal pada  Saham Sektor Energi di BEI. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 25(3), 312–328.

Santoso, B., & Kurniawan, R. (2020). Pengaruh Siklus Harga Komoditas terhadap Harga Saham  Emiten Energi di BEI. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 12(2), 88–103. 

Tandelilin, E. (2017). Pasar Modal: Manajemen Portofolio dan Investasi. Kanisius. Widarjono, A., Hakim, A., & Indriyani, S. (2023). Prediksi Harga Saham Menggunakan Indikator  Teknikal: Studi Kasus Emiten Konglomerasi di BEI. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan,  31(1), 77–95.

 

Penulis:

Alvina Putri D
Devan Aji Prasetyo
Khulyatul Atzkia
Muhamad Ikhsan Giffari
Siti Muflihatul Jannah
Triami Septianingsih  

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Tags: Analisis SahamBEIDSSAFundamentalIHSGsinarmasTeknikal
Previous Post

Tarif Listrik PLN Juli-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Ini Penjelasan Bahlil

Next Post

Booth Paviliun Tangsel Diserbu Pengunjung APEKSI Medan 2026

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.3k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Booth Paviliun Tangsel Diserbu Pengunjung APEKSI Medan 2026

Booth Paviliun Tangsel Diserbu Pengunjung APEKSI Medan 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com