JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (B.E.) sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan, serta menjaga perdamaian dunia.
Pesan tersebut disampaikan Menag dalam rangka peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E. yang tahun ini mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang membutuhkan penguatan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebijaksanaan.
“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan di tengah dinamika zaman, termasuk dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Menag menjelaskan, semangat menjaga perdamaian dunia sejatinya dimulai dari hati setiap individu. Karena itu, nilai cinta kasih harus menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, maupun dunia internasional.
Menurutnya, ajaran agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter manusia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Oleh sebab itu, kehidupan beragama harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.
“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” katanya.
Nasaruddin juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kebebasan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Hal tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” ungkapnya.
Menag berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat kerukunan, menjaga persatuan bangsa, serta mewujudkan perdamaian dunia.
“Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tutupnya.







