KARANG JAYA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri Polda Sumatera Selatan terus mengupayakan identifikasi korban kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Sebanyak 16 sampel DNA dari jenazah korban telah berhasil dikumpulkan dan dijadwalkan dikirim ke Laboratorium Pusdokkes Polri di Mabes Polri melalui jalur udara pada Jumat, 8 Mei untuk mempercepat proses identifikasi.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Budhi Susanto, mengatakan pengiriman sampel dilakukan melalui jalur protokol bandara agar pemeriksaan laboratorium bisa segera diproses.
“Rencana besok DNA yang sudah kami kumpulkan hari ini akan dikirim ke Laboratorium Pusdokkes Polri melalui jalur protokol bandara,” ujar Budhi saat menyampaikan perkembangan pemeriksaan tim DVI, Kamis, 7 Mei dikutip dari http://beritasatu.com.
Budhi mengungkapkan proses identifikasi menghadapi tantangan besar karena kondisi mayoritas jenazah mengalami luka bakar berat hingga hampir 99 persen akibat benturan keras dan kobaran api saat kecelakaan terjadi.
Menurutnya, kondisi fisik korban membuat identifikasi secara visual maupun medis hampir mustahil dilakukan, sehingga tim harus mencari bagian tubuh yang masih memungkinkan dijadikan sampel DNA.
“Secara visual dan medis jenazah tidak bisa dikenali. Bahkan tulangnya mengalami pengeringan dan email gigi hancur. Sebisa mungkin kami mengambil bagian tubuh yang dapat dijadikan sampel,” katanya.
Selain mengambil sampel dari jenazah, tim DVI juga mengumpulkan data pembanding dari keluarga korban, seperti air liur, rambut, dan gigi, untuk mempercepat proses pencocokan identitas.
Budhi menjelaskan hasil pemeriksaan DNA diperkirakan dapat diketahui paling cepat lima hari setelah sampel diterima laboratorium, dengan estimasi paling lama hingga dua pekan.
“Sambil menunggu hasil pemeriksaan DNA, kami juga melakukan pencocokan data gigi korban. Semua metode identifikasi kami gunakan agar korban bisa segera dikenali dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.
Ia berharap seluruh korban segera teridentifikasi agar keluarga mendapatkan kepastian terkait anggota keluarganya yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar proses identifikasi berjalan lancar dan seluruh korban bisa segera diketahui identitasnya,” tutup Budhi.
Hingga Kamis sore, keluarga yang telah melapor ke posko DVI tercatat baru berasal dari 11 korban. Artinya, masih ada lima korban lainnya yang belum dilaporkan pihak keluarga.
Saat ini, proses pemeriksaan jenazah dan pengambilan sampel DNA masih terus berlangsung dengan melibatkan RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Biddokkes Polda Sumsel, tim asistensi DVI Pusdokkes Polri, serta Dinas Kesehatan Sumatera Selatan.







