TANGERANG SELATAN– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Tangerang Selatan sejak Senin (4/5/2026) sore masih berdampak hingga malam hari. Hingga kini, lebih dari 1.900 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak, sementara genangan air belum sepenuhnya surut di beberapa titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, banjir tersebar di berbagai wilayah dengan kondisi yang bervariasi. Sejumlah lokasi mulai menunjukkan penurunan tinggi muka air, namun beberapa kawasan lainnya masih tergenang cukup tinggi.
Petugas BPBD Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengatakan pihaknya terus melakukan penanganan intensif di lapangan. “Beberapa wilayah sudah mulai surut, tetapi ada juga yang genangannya masih cukup tinggi. Saat ini kami fokus pada penyedotan air dan pemantauan di titik rawan,” ujarnya dilansir dari Beritasatu.com.
Di kawasan Paku Jaya, Serpong Utara, sekitar 60 keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air sebelumnya mencapai 30 hingga 60 sentimeter dan kini mulai berangsur surut.
Sementara itu, banjir masih menggenangi permukiman warga di Kampung Tembok Bolong, Rempoa, Ciputat Timur, dengan ketinggian air mencapai satu meter dan berdampak pada ratusan kepala keluarga.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Flamboyan Adiraga, Rempoa, serta Perumahan Pondok Maharta yang menjadi salah satu titik terdampak terbesar. Ratusan rumah di kawasan tersebut masih terendam dengan ketinggian air yang bervariasi.
Selain itu, wilayah Pondok Ranji, Pisangan, Jurangmangu Barat, hingga Bintaro juga masih mengalami genangan. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat meningkatkan debit air dan memperparah kondisi banjir.







