• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Naik Harga Dikira Untung, Eh Malah Sepi! Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelaku Usaha

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
April 29, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Naik Harga Dikira Untung, Eh Malah Sepi! Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelaku Usaha
221
SHARES
2.2k
VIEWS

DALAM dunia bisnis, menaikkan harga sering dianggap sebagai cara paling cepat untuk meningkatkan keuntungan. Logikanya sederhana: jika harga naik, maka pendapatan juga ikut naik. Namun, kenyataan di lapangan tidak selalu sejalan dengan asumsi tersebut. Tidak sedikit pelaku usaha yang justru mengalami penurunan penjualan setelah menaikkan harga. Alih-alih untung, usaha malah menjadi sepi dan pendapatan menurun.

Fenomena ini sering terjadi pada pelaku usaha kecil hingga menengah. Misalnya, seorang pedagang makanan yang awalnya ramai pembeli karena harga yang terjangkau. Ketika harga bahan baku naik, ia langsung menaikkan harga jual tanpa mempertimbangkan kondisi konsumennya. Dalam waktu singkat, pelanggan mulai berkurang karena merasa harga tidak lagi sesuai dengan kemampuan mereka. Akibatnya, omzet yang sebelumnya stabil justru mengalami penurunan.

Kondisi tersebut sebenarnya dapat dijelaskan melalui konsep dalam ekonomi manajerial, yaitu elastisitas permintaan. Elastisitas permintaan menggambarkan seberapa besar perubahan jumlah permintaan akibat perubahan harga. Jika suatu produk bersifat elastis, maka kenaikan harga sedikit saja dapat menyebabkan penurunan jumlah pembelian yang cukup besar. Sebaliknya, jika produk bersifat inelastis, perubahan harga tidak terlalu mempengaruhi jumlah permintaan.

Sayangnya, banyak pelaku usaha yang belum memahami konsep ini. Keputusan harga sering diambil secara instan tanpa analisis yang matang. Padahal, setiap produk memiliki karakteristik pasar yang berbeda. Produk kebutuhan pokok seperti beras atau minyak goreng cenderung inelastis karena tetap dibutuhkan konsumen. Sementara itu, produk seperti makanan ringan, minuman kekinian, atau fashion cenderung elastis karena konsumen memiliki banyak pilihan alternatif.

BACA JUGA :  Lestarikan Budaya Sejak Dini, Mahasiswa Unpam Kenalkan Motif Batik Melalui Mewarnai di RA Al-Amanah

Selain itu, persepsi konsumen terhadap nilai juga sangat berpengaruh. Ketika harga naik, konsumen tidak hanya melihat angka, tetapi juga membandingkan dengan manfaat yang mereka terima. Jika mereka merasa kualitas, porsi, atau pelayanan tidak sebanding dengan harga, maka mereka akan dengan mudah beralih ke produk lain. Inilah yang sering diabaikan oleh pelaku usaha: fokus pada harga, tetapi lupa meningkatkan nilai produk.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak melakukan riset pasar. Banyak pelaku usaha hanya mengikuti harga pesaing atau sekadar menyesuaikan dengan kenaikan biaya produksi. Padahal, riset sederhana seperti mengamati perilaku konsumen, memahami daya beli target pasar, dan membandingkan dengan kompetitor sangat penting untuk menentukan harga yang tepat. Tanpa riset, keputusan harga cenderung bersifat spekulatif dan berisiko merugikan.

Di era digital saat ini, tantangan dalam menentukan harga menjadi semakin besar. Konsumen dapat dengan mudah membandingkan harga melalui internet. Jika harga yang ditawarkan dianggap terlalu tinggi, mereka bisa langsung beralih ke produk lain hanya dalam hitungan detik. Selain itu, ulasan dari konsumen lain di media sosial juga dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Jika banyak yang merasa harga tidak sesuai, maka citra produk bisa ikut terdampak.

BACA JUGA :  Artificial Intelligence: Cara AI Meningkatkan Kinerja Bisnis Anda 

Oleh karena itu, menaikkan harga bukan satu-satunya solusi ketika biaya meningkat. Pelaku usaha bisa menggunakan strategi lain yang lebih bijak, seperti mengurangi ukuran produk dengan harga tetap, membuat paket bundling, atau meningkatkan kualitas produk agar sebanding dengan harga baru. Dengan cara ini, konsumen tetap merasa mendapatkan nilai yang sesuai tanpa merasa terbebani.

Dalam ekonomi manajerial, tujuan utama bisnis bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi memaksimalkan keuntungan secara optimal. Artinya, perlu ada keseimbangan antara harga, jumlah penjualan, dan biaya. Kenaikan harga memang dapat meningkatkan margin per unit, tetapi jika jumlah penjualan turun drastis, maka total keuntungan justru bisa menurun.

Selain itu, penting juga bagi pelaku usaha untuk memahami segmentasi pasar. Tidak semua konsumen memiliki sensitivitas harga yang sama. Ada konsumen yang lebih mementingkan harga murah, tetapi ada juga yang lebih fokus pada kualitas dan brand. Dengan memahami target pasar, pelaku usaha dapat menentukan strategi harga yang lebih tepat dan efektif.

Evaluasi secara berkala juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Kondisi pasar terus berubah, sehingga strategi harga perlu disesuaikan dari waktu ke waktu. Pelaku usaha perlu melihat apakah kebijakan harga yang diterapkan benar-benar memberikan hasil yang diharapkan atau justru perlu diperbaiki. Dengan evaluasi, kesalahan dalam penetapan harga dapat diminimalkan.

BACA JUGA :  Wisata Tangerang Selatan: Menelusuri Pesona Alam dan Keindahan

Di sisi lain, membangun hubungan baik dengan pelanggan juga menjadi kunci penting. Konsumen yang sudah loyal biasanya lebih bisa menerima kenaikan harga, selama kualitas dan pelayanan tetap terjaga. Loyalitas pelanggan ini dapat menjadi kekuatan bagi pelaku usaha untuk tetap bertahan di tengah persaingan yang ketat.

Pada akhirnya, harga bukan sekadar angka, tetapi bagian dari strategi bisnis yang harus dipikirkan secara matang. Keputusan menaikkan harga tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan berbagai faktor. Pelaku usaha perlu memahami kondisi pasar, perilaku konsumen, serta nilai yang ditawarkan produknya.

Sebagai penutup, menaikkan harga memang bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan, tetapi bukan solusi instan. Tanpa perhitungan yang tepat, keputusan tersebut justru bisa menjadi bumerang bagi usaha itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk lebih bijak dalam menentukan harga agar usaha dapat terus berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

 

Penulis:

Eli Nurlaela Sari

Intan Hajaroh Nuraini

Rayhan Anugrah Ramadhansyah

Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Pamulang

Tags: BISNISPelaku Usaha
Previous Post

Rahasia Minum Kopi yang Tepat: Bikin Fokus Naik, Tidur Tetap Aman

Next Post

Jalur Terganggu Pascainsiden Bekasi Timur, 14 Kereta Asal Yogyakarta Dibatalkan

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.3k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Jalur Terganggu Pascainsiden Bekasi Timur, 14 Kereta Asal Yogyakarta Dibatalkan

Jalur Terganggu Pascainsiden Bekasi Timur, 14 Kereta Asal Yogyakarta Dibatalkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com