JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.948 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama sejumlah elemen masyarakat di kawasan Gedung DPR/MPR, Kamis, 16 April.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan profesional dan persuasif dalam mengawal jalannya aksi.
“Kami siap melayani para pengunjuk rasa dan mengedepankan profesionalisme serta sikap persuasif di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ribuan personel tersebut berasal dari jajaran polda, polres, hingga polsek, yang disebar di sejumlah titik strategis, khususnya di sekitar gedung DPR/MPR.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi aksi.
Reynold juga mengingatkan pentingnya penyampaian aspirasi secara tertib tanpa melanggar aturan atau memicu tindakan anarkis. Ia memastikan seluruh personel yang bertugas tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan berlangsung.
Selain itu, rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional jika terjadi lonjakan massa atau gangguan di lapangan.
Berdasarkan informasi dari akun resmi FSPMI, aksi unjuk rasa ini diikuti ribuan buruh yang menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, penghapusan sistem outsourcing, serta penolakan upah murah.







