JAKARTA– Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Sabtu (21/3/2026) pagi. Para tahanan tampak menunggu dengan penuh harap, sementara keluarga datang membawa hantaran makanan dan senyum kebahagiaan dalam rangka perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Gema takbir berkumandang dari masjid KPK, menandai pelaksanaan salat Idulfitri berjemaah. Momen ini menghadirkan kebersamaan yang jarang dirasakan para tahanan di balik jeruji rumah tahanan (rutan).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan layanan khusus Idulfitri ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam menjaga hak asasi manusia.
“Setiap tahanan tetap memperoleh kesempatan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,” ujarnya.
Salat Idulfitri dilaksanakan pukul 06.30 hingga 08.00 WIB. Setelah itu, tahanan menerima hantaran makanan dari keluarga pada pukul 09.00–11.00 WIB, dilanjutkan dengan pertemuan singkat pada pukul 10.00–13.00 WIB.
Saat ini tercatat sebanyak 81 tahanan berada di Rutan KPK, terdiri dari 41 orang di Gedung Merah Putih (K4) dan 40 orang di Gedung C1. Dari jumlah tersebut, 67 orang beragama Islam mengikuti layanan khusus Idulfitri.
KPK menegaskan seluruh rangkaian layanan berlangsung tertib dan aman. Proses penegakan hukum tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak dasar setiap individu.
Dalam kesempatan itu, Bupati nonaktif Pati, Sudewo, turut menyampaikan ucapan Idulfitri kepada masyarakat Kabupaten Pati.
“Selamat Hari Raya Idulfitri kepada warga Kabupaten Pati. Mohon maaf lahir dan batin, semoga segera melewati ujian dan cobaan ini,” ujarnya.
Ia juga mengaku terus mendoakan kemajuan pembangunan di Kabupaten Pati di berbagai sektor, serta berharap kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.
Momen Idulfitri di lingkungan KPK ini menjadi gambaran hangatnya kebersamaan di tengah keterbatasan. Pertemuan antara tahanan dan keluarga menghadirkan nuansa spiritual yang menyentuh dan jarang ditemui dalam keseharian di rutan.







